Film “Pacarku Anak Koruptor” Ajak Koruptor INSAF

TEMBANG | Film “Pacarku Anak Koruptor” bercerita mengenai seorang koruptor kelas kakap yang akhirnya insyaf.

“Ray Sahetapy memerankan sebagai Marukh Bangetan yaitu koruptor kelas kakap yang merupakan otak pelemahan KPK lewat DPR agar segera merevisi UU KPK dan menjanjikan uang agar KPK cepat impoten, tapi ‘ending-nya’ bagus karena koruptor insyaf,” kata sutradara film tersebut Sys NS di gedung KPK Jakarta.

Sys bersama dengan kru dan artis pendukung yaitu Jessica Mila, Sabda Ahessa, Ray Sahetapy, Ratna Listy, Dwi Yan, Hengky Tornado, Masayu Anastasia, Sarah Watson, Gibran Marten menemui pimpinan KPK untuk menceritakan isi film tersebut.

Film ini mengisahkan tentang Marukh Bangetan yang diperankan oleh Ray Sahetapy yang memiliki anak bernama Gerhana (Sabda Ahessa) yang berpacaran dengan Sayanda (Jessica Mila), seorang aktivis yang nasional dan melawan empat kelompok (geng) nakal yaitu Blujin Belel, Selendank dan Cepak Ngehe. Geng-geng tersebut menggunakan narkoba dan balap liar namun Sayanda tidak pernah bosan mendekati mereka agar bertobat.

“Jangan tiap korupsi dicap anaknya pasti jahhat juga. Pesan yang ingin disampaikan adalah jangan lupa dengan kebangsaan kita. Ini adalah drama asmara gaya korupsi. Kami ingin agar melalui film ini koruptor jera dan anak koruptor jangan ikut bapaknya dan jangan lagi hidup dengan uang haram,” tambah Sys.

Saat menemui pimpinan KPK, Sys mengatakan bahwa pimpinan terbuka terhadap film ini, apalagi ada adegan yang diambil di depan gedung KPK.

“Target kami 10 juta penonton. Pimpinan KPK juga ‘welcome’ tapi ada aturan KPK terlibat dalam penggunaan uang negara, tapi terbuka untuk membuat adegan terkahir film di depan gedung ini yaitu pemeran Gerhana melaporkan bapaknya ke sini,” ungkap Sys.

Salah satu pemeran, Jessica Mila mengakui sempat kesulitan untuk memerankan tokoh Sayanda.

“Kesulitannya karena ini drama musikal jadi ada dialo dan ‘lip sync’, ada koreografinya. Aku harus belajar lagi. Di sini saya sebagai Sayanda seorang aktivis,” kata Jessica.

Jessica mengaku selama ini adalah orang yang apatis dan tidak peduli korupsi.

“Di sini ada ‘scene’ aku demo sendiri di pengadilan. Di situ aku harus mendalami koruptor adalah penjahat yang membuat orang melarat. Dia bukan cuma buat satu orang menderita tapi banyak orang, bahkan orang-orang yang tadinya susah jadi tambah susah karena satu orang yang sibuk memperkaya diri sendiri. Salah satu yang bisa memotivasi (masyarakat) adalah saat demo dan berkumpul dengan kelompok aktivis adalah agar sama-sama membangun negeri ini,” tambah Jessica.

Pengambilan gambar untuk film ini hanya 16 hari yang berlangsung di Jakarta dan Bogor.

Dalam film ini juga ada penampilan khusus dari Roy Marten, Achmad Albar, Sundari Sukotjo, Guruh Sukarno Putra, Camelai Malik dan Darwis Triadi, total ada 100 orang pemain dalam film yang rencananya akan diluncurkan pada 4 Mei 2016.




Leave a Reply