Tari Joged Bali Pukau Pelajar Hongaria

TEMBANG.COM, Tari Joged Bali yang ditampilkan secara energik dengan diiringi alat musik khas Bali Rindik memukau pelajar dan staf pengajar di Sekolah Kejuruan Simon Karoly di kota Pecs dalam Program Indonesia Goes to School yang diadakan KBRI Budapest.

“Selain penampilan tari Joged dari Bali, juga dipersembahkan Tari Merak dan Degung Sunda dari Jawa Barat, Gamelan Rindik dari Bali serta presentasi singkat mengenai Indonesia,” kata Pensosbud KBRI Budapest, Yudhi Gunawan kepada Antara London, Jumat Dubes RI untuk Hongaria Wening Esthyprobo memimpin delegasi seni budaya KBRI Budapest dalam mempromosikan Indonesia bagi generasi muda Hongaria di Sekolah Kejuruan Simon Karoly di kota Pecs dalam program Indonesia Goes to School.

Dikatakannya pengenalan budaya Indonesia ini adalah hanya sebagian kecil dari sekitar 1.128 kelompok etnis yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau sehingga Indonesia dikenal sebagai mutu manikam dari khatulistiwa. Diharapkannya kunjungan hari ini akan memperluas dan melengkapi pengetahuan para siswa.

Selain beragam budaya, Indonesia juga sangat terkenal dengan berbagai daerah tujuan wisatanya. Semua jenis wisata dapat dijumpai baik wisata pantai, gunung maupun wisata petualang dapat dinikmati.

Untuk itu Dubes mengajak pelajar dan guru disekolah tersebut untuk merencanakan liburan musim panas tahun ini dengan berlibur di Indonesia bersama dengan orang tua dan keluarganya masing-masing.

Sementara itu Direktur Sekolah Simon Karoly, Tibor Deri dalam sambutannya menyatakan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kunjungan pertama kalinya dari Kedutaan Besar tersebut mempromosikan Indonesia secara menyeluruh.

Pengenalan ini dapat memberikan wawasan serta pengetahuan tambahan tidak hanya bagi para pelajar akan tetapi bagi staf pengajarnya pula karena didapatkan dari sumbernya langsung.

Sementara itu, Direktur Komite Kesejahteraan, Pemuda dan Olahraga dari Pemda Pecs, Eva Sztojkovics menyatakan ketakjubannya atas penampilan tim seni budaya Indonesia yang sebagian besar dibawakan remaja Hongaria sendiri yang merupakan mantan penerima beasiswa Darmasiswa yang belajar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dikatakannya promosi yang dilakukan KBRI Budapest menyasar generasi muda merupakan langkah yang tepat karena mereka ini lah yang akan menjadi pemimpin di masa depan yang akan menjadi bridging between two nations.

Selain penampilan tari Joged dari Bali, juga dipersembahkan Tari Merak dan Degung Sunda dari Jawa Barat, Gamelan Rindik dari Bali serta presentasi singkat mengenai Indonesia. Kegiatan ini diakhiri dengan Flahmob Tari Gemu Fa Mire dari Nusa Tenggara Timur yang diikuti oleh seluruh siswa siswi dan staf pengajar

sumber jaknews.co.id


Komite Tari Dewan Kesenian Lampung Dalam Memperingati Hari Tari Sedunia

Tembang.com, Komite Tari Dewan Kesenian Lampung dalam memperingati Hari Tari Sedunia, Jumat berencana menggelar tari selama enam jam dari pukul 15.00 hingga 21.00 WIB di kawasan Tugu Adipura Kota Bandarlampung yang diikuti ribuan orang.

Menurut Ketua panitia Ahmad Barden Moegni, didampingi anggota Komite Tari DKL lainnya Diantori SSn, Agus Gunawan, Susi Yanti, Wiwied, dalam memperingati Hari Tari Sedunia Tahun 2016 ini DKL bersinergi dengan berbagai elemen terkait seperti Dewan Kesenian Kota Bandarlampung (DKBL), Komite Musik, Komite Sastra, Pemprov Lampung dan lainnya untuk menyemarakkan peringatan Hari Tari Sedunia.

“Tahun ini kegiatan Hari Tari Sedunia diikuti tak kurang dari 1.000 peserta dari berbagai elemen, baik dari sanggar-sanggar di seluruh kabupaten dan kota Provinsi Lampung, pelajar SMP dan SMA se Lampung, serta perwakilan dari Universitas Lampung,” ujar Barden.

Pergelaran acaranya, lanjut Barden, diawali dengan Parade Perahu Tari dari Pasar Seni menuju Tugu Adipura Bandarlampung.

Setibanya di Tugu Adipura akan disambut orasi koreografer Hari Jayaningrat, kemudian dilanjutkan dengan penampilan karya tari masing-masing koreografer peserta.

Dalam event ini, juga digelar acara renungan suci untuk mengingat pelaku seni khususnya pelaku seni tari di Lampung.

“Ini sebuah apresiasi untuk mengenang karya besar mereka, antara lain Mansur, Adien Marwan, Havizi Hasan, Imron, Edi Bastari, dan yang lainnya yang sudah mewarnai sejarah dan khazanah tari Lampung,” ujar Barden.

Barden menambahkan, menurut perkiraan dengan banyak peserta pengisi acara bisa jadi acara bakal usai pukul 21.00 WIB. “Bisa jadi gelaran acara ini bakal makan waktu enam jam,” katanya lagi.

Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung (DKL) Yustin Aprilani Ficardo menyambut baik gelaran acara ini. “Ini sebuah gerakan moral yang baik dan juga sebagai ajang kreativitas yang positif serta sebuah upaya yang kreatif dalam menghidupkan denyut kesenian di Lampung,” ujar Yustin pula.

Lebih lanjut dikatakannya, gerakan-gerakan kreatif inilah yang bakal menyemarakkan Lampung menjadi destinasi wisata yang menarik, sehingga perlu terus dikembangkan bersama-sama.

sumber jaknews.co.id