Teater Cupido SMAN 1 Sumberjaya Lampung Mengadakan Pentas Dalam Pagelaran Festival Nasional

TEMBANG.COM eater Cupido SMAN 1 Sumberjaya Lampung mengadakan pentas dalam pagelaran Festival Nasional Teater Remaja 2016 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu.

Pimpinan rombongan Hari Jayaningrat SSos MM, dalam penjelasannya saat dihubungi dari Bandarlampung, Rabu, mengatakan dalam kegiatan yang diikuti 34 provinsi itu Teater Cupido mengusung naskah “Sayang Ada Orang Lain” karya Utuy Tatang Sontany.

“Beberapa tahun belakangan Teater Cupido sering mewakili Lampung dalam ajang Festival Teater Nasional,” ujar Hari lagi.

Perhelatan Festival Nasional Teater 2016 yang digelar Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini merupakan Festival Teater dengan kategori remaja berbasis tradisi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Drs Heri Suliyanto didampingi Kasi Kebudayaan dan Film Hari W Jayaningrat SSos MM, sebelumnya telah menyatakan dalam Festival Nasional Teater 2016 Lampung mengirim Teater Cupido SMAN 1 Sumberjaya, Lampung Barat.

Pihaknya berharap tahun ini Teater Cupido mampu bersaing dengan 33 grup teater dari provinsi lainnya dalam festival ini. “Mudah-mudahan mereka membukukan prestasi seperti tahun-tahun sebelumnnya,” kata Hari.

Sutradara Teater Cupido Ahmad Jusmar Rian Krama Yudha mengatakan, pihaknya akan mengusung karya salah satu pengarang besar Indonesia Utuy Tatang Sontany yang mengisahkan tentang keluarga miskin Rustam dan Hamidah yang telah lima tahun berumah tangga.

Namun tekanan ekonomi membuat Rustam sebagai seorang suami putus asa dan memandang segala sesuatu dengan pesimistis.

Hamidah sang istri justru berpikir sebaliknya, karena tidak tahan melihat penderitaan suaminya yang selalu pesimistis terhadap hidup, maka ia menggunakan kesempatannya sebagai perempuan untuk menambah penghasilan bagi kebutuhan ekonomi yang semakin mencekik.

Tapi kesempatan yang dianggap benar oleh Hamidah ternyata tidak demikian bagi Rustam, sehingga terjadi masing-masing memiliki kebenaran yang salah bagi pihak yang lain.

Konflik semakin diperuncing dengan ikut campur orang lain yang punya kebenaran berlain-lainan. Mereka adalah Hamid dan Wak Salim.

Hasutan-hasutan dari orang lain inilah yang kemudian pada akhirnya membuat rumah tangga Rustam dan Hamidah hancur, mengingat rasa sayang yang telah mereka bangun selama lima tahun harus pudar karena ada orang lain.

Dalam ajang pentas ini tampil sebagai penata artistik Riki Pandu Winata, penata rias dan kostum Novita Sari, dan musik digarap Nedi Junaidi.

Tampil sebagai pemain Hilaman Fathur Rohman memerankan tokoh Rustam, Kairul Rizal sebagai Hamid, tokoh Wak Salim dimainkan Solihan, pemeran Hamidah adalah Balqis Fara Meiza.

Sedangkan Tania Febiyanti, Mia Rizqi Vanessa, Zainab Ayu Aprilia sebagai pelakon penjual sayur, Riki Pandu Winata sebagai pemeran lelaki berkacamata, Debi Gautama, Taufik Hidayat sebagai tukang beras dan M Abizar sebagai anak.

“Naskah ini kami adaptasi dalam kultur Lampung dengan menggunakan idiom, dialek, dan musik iringan yang berciri khas kelokalan Lampung,” ujar Ahmad Jusmar.

Tampil sebagai juri dalam Festival Nasional Teater Tahun 2016–akan melakukan penilaian secara langsung sebagai Tim Pengamat yang dipilih berdasarkan kemampuan di bidangnya, yaitu Ratna Riantiarno, Jose Rizal Manua, Aditya Gumay, Yudi Ahmad Tajudin, dan Seno Joko Suyono.

Direktur Kesenian Kemendikbud Endang Caturwati berharap kegiatan ini mampu memiliki banyak manfaat strategis dalan menggali, membina serta mengembangkan seni budaya bangsa.

Menurutnya, seni teater di Indonesia harus lebih berkembang, dikenal, dan dicintai oleh seluruh masyarakat Indonesia, serta dapat bereksistensi dalam level global.

Eksplorasi Seni Teater harus mengutamakan keterampilan atau aspek kreativitasnya serta mengangkat kearifan nilai budaya yang turut memberikan identitas pada kepribadian Remaja Indonesia.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong generasi muda Indonesia khususnya remaja agar dapat mengembangkan imajinasi dan kreativitas serta minatnya untuk lebih mengenal, memahami dan menghargai seni teater,” ujar Endang Caturwati lagi.

Dalam acara yang digelar 16 hingga 19 Mei 2016 mendatang ini, diikuti kelompok teater dari 34 provinsi di Indonesia. Rencananya, acara tersebut akan digelar pukul 10.00 hingga 18.00 WIB di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta.

Jadwalnya adalah hari pertama (16/5), kelompok teater dari Aceh, Gorontalo, Kalimantan Barat, NTB, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Maluku.

Hari kedua (17/5), giliran Bengkulu, DI Yogyakarta, Kalimantan TImur, Papua, Sumatera Selatan, Riau, Sulawesi Tenggara, Banten, dan Bangka Belitung.

Hari ketiga (18/5), giliran Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Bali, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, NTT, Lampung, dan Maluku Utara.

Pada hari terakhir, Kamis (19/5), giliran Sumatera Utara, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, dan Papua Barat.

Sumber http://www.jaknews.co.id


Anggun Luncurkan Video Klip Terbaru

TEMBANG.COM, Penyanyi internasional berdarah Indonesia Anggun C Sasmi meluncurkan video klip terbarunya yang berasal dari almbum berbahasa Prancis yakni “Face Au Vent” atau “Menghadang Angin”.

“Kami hanya melakukan pengambilan gambar untuk video musik ini hanya dalam waktu satu hari saja, di mana saya sedang berada di tengah jadwal promo yang cukup padat di Eropa. Video musik ini sangat elegan dan canggih, saya benar-benar menyukainya,” ujar Anggun dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Selasa.

Peraih World Music Award serta artis Asia terlaris dunia diluar Asia tersebut menambahkan video musik terbaru tersebut dapat diakses melalui situs https://www.youtube.com/watch?v=tmP9w5lUmNU&feature=youtu.be.

Anggun menjelaskan singel terbarunya itu hadir setelah singel “Nos Vies Paralles” yang telah meraih “Top 5” di tangga lagu Radio AC Airplay Prancis, menjadi sukses besar di Prancis, Belgia dan Swiss.

Secara elegan video terbaru ini menggambarkan sosok Anggun yang glamor dan penuh gairah. Saat ini Anggun sedang sibuk mempromosikan album terbarunya di Eropa dan akan melakukan tur konser di musim panas ini di banyak negara di seluruh Benua Eropa.

Hal itu menegaskan status tak terbantahkan sebagai artis Indonesia terlaris dunia dalam sejarah dengan lebih dari dua juta penjualan album di luar Indonesia.

Sumber www.jaknews.co.id


“5 Romeo” Terlibat Musik Teatrikal Di Bandung

Tembang.Com, Grup vokal yang dibentuk oleh musisi Yovie Widianto, “5 Romeo” terlibat dalam pagelaran musik teatrikal yang diadakan oleh Bina Seni Vokal, di Teater Tertutup Dagoa Tea House Bandung, 7 Mei 2016.

“Kami mempersembahkan sebuah musik teatrikal bertema ‘Music is Fantasy’, yang dikemas oleh alunan harmoni Gede Gumilar Orchestra,” kata Konseptor “Music is Fantasy” Puri raf, di Bandung, Selasa.

Selain 5 Romeo, kata dia, pagelaran musik teatrikal ini juga akan menampilkan seluruh talent Bina Seni Vokal, penyanyi jebolan Nez Akademi, Barsena Bestandhi, Indah Kusuma, KataKita, MOU Dancer, Teater Jebew 808 dan United State of Bandung Percussion.

Sementara itu salah seorang personil “5 Romeo” Rizky Pratama Putra mengatakan ia dan personil lainnya merasa bangga bisa terlibat dalam pagelaran tersebut karena merupakan impian dari pelatih vokal sekaligus pendiri Bina Seni Vokal (almarhum) Eri raf.

“Music is Fantasy adalah konser sanggar musik saya, konser yang mewujudkan mimpi almarhum pelatih saya Kang Eri raf. Jadi setelah diundang oleh istri almarhum saya langsung bilang siap ikut serta dalam konser ini,” kata Rizki.

Dalam konser tersebut, lanjut dia, “5 Romeo” akan membawakan sejumlah lagu yang diaransemen oleh Gege Gumilar Ochestra yang dipadukan dengan harmoninasi khas Bina Seni Vokal.


Badan Perfilman Indonesia Apresiasi Sukses “AADC 2”

TEMBANG.COM, Badan Perfilman Indonesia memberikan apresiasi terhadap kesuksesan film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 yang hingga hari ke-empat pemutaran di bioskup di tanah air, sejak 28 April 2016, mampu menembus jumlah penonton 1 juta orang.

“Kita semua bergembira, kita semua bangga dengan hasil AADC. Hal itu harusnya tidak hanya bisa didapat AADC-2. Mestinya film-film yang digarap dengan proper dan dipromosikan dengan baik, juga bisa diminati penonton,” kata Badan Perfilman Indonesia (BPI) Kemala Atmojo di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kesuksesan AADC-2 menembus rekor penonton film nasional membuktikan bahwa film berkualitas akan diminati penonton.

Film garapan sutradara Riri Riza yang diproduksi Miles Films tersebut mampu bersanding film Hollywood yang juga sedang diputar yakni Captain America: The Civil Wars dalam menggaet penonton.

Di banyak bioskop, AADC bahkan mengungguli jumlah penonton Captain America, bahkan film yang dibintangi aktor Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo tersebut mendapat lebih dari 500 layar di bioskop-bioskup tanah air.

Keberhasilan AADC-2 dinilai sejumlah kalangan perfilman tanah air bisa menjadi momentum untuk memikirkan kembali soal screen quota atau penjatahan waktu tayang di bioskup 60:40 untuk film nasional dan film impor.

Mengenai besaran kuota tersebut, menurut Kemala Atmojo, bisa saja dibicarakan kembali bersama-sama, agar masalah ini tidak malah merugikan ekosistem perfilman Indonesia.

“Ekosistem harus dijaga agar semua pihak mendapatkan porsi dan keadilannya. Barangkali harus dicarikan cara lain agar masalah ini bisa diterima semua pihak,” ujarnya.

Senada dengan itu sutradara Garin Nugroho juga memberi apresiasi kepada AADC-2.

Menurutnya, perfilman nasional memang membutuhkan film-film box office yang mampu menembus lebih dari satu juta penonton.

Film box office semacam itu, lanjutnya, diperlukan untuk menembus krisis penonton yang saat ini melanda perfilman nasional.

“Bagus sekali dan semoga hal itu menjadi konsistensi. Karena dalam satu periode, Indonesia membutuhkan sekitar 5-10 film box office,” kata sutradara yang sering meraih penghargaan internasional itu.

Di sisi lain Garin juga sependapat bahwa kualitas adalah kunci, oleh karena itu ggar film mampu menyedot banyak penonton, diperlukan kualitas yang sangat baik.

Bahkan, lanjutnya, tidak hanya film box office. Film lain yang termasuk art film pun, tetap membutuhkan kualitas.

“Kunci dari industri film dan art film adalah kualitas. Baik kualitas penonton maupun kualitas pada artistik,” katanya.

Aktris Jajang C. Noer juga sependapat bahwa, kualitas adalah penentu kesuksesan AADC-2 dan, kualitas tersebut, seharusnya bisa ditiru insan perfilman tanah air.

“Keberhasilan ADDC-2 menjadi bukti bahwa kualitas dan pembuatan film yang dilakukan dengan seksama, pasti hasilnya luar biasa bagus,” katanya.

Menurut Jajang, dengan kualitas yang baik, maka penonton akan datang dengan sendirinya, sebaliknya, jika film tidak berkualitas, jangan harap penonton akan melirik.

“Jadi jangan takut ditinggal penonton. Asalkan film berkualitas, penonton akan banyak,” katanya.

sumber jaknews.co.id


Nyawa dan Harapan

“Nyawa dan Harapan” adalah lagu terbaru Raisa di album Handmade. Kalau biasanya Raisa nyanyi lagu bertemakan cinta. Kali ini Raisa benar-benar berbeda membawakan lagu dengan pesan kemanusia, tentang kehidupan dan kelestarian alam.

Lirik dalam lagu ini benar-benar menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya. Asli deh gak bohong, yuk dengerin aja lagunya! Semoga saja lagu ini bisa menginspirasi setiap manusia dan akhirnya akan bisa merubah kehidupan manusia di dunia menjadi lebih baik lagi.


Nyawa dan Harapan

Saat air lebih langka dari air mata
Saat udara harus kau beli
Saat bunga bunga tinggal cerita
Akankah akhirnya kita sadari

Saat senyuman lebih langka dari amarah
Saat nyawa nyaris tak berharga
Saat dunia merintih pedih
Akankah akhirnya kita sadari

Akan datang masa dimana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa segala harapan

Saat kejujuran sudah tak bersisa
Saat manusia hidup tanpa hati
Saat membenci terasa nyaman
Saling menyakiti terlihat wajar

Akan datang masa dimana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa segala harapan

Akan datang masa dimana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa segala harapan

Beri nyawa segala harapan
Akankah akhirnya kita sadari..

sumber jaknews.co.id