“5 Romeo” Terlibat Musik Teatrikal Di Bandung

Tembang.Com, Grup vokal yang dibentuk oleh musisi Yovie Widianto, “5 Romeo” terlibat dalam pagelaran musik teatrikal yang diadakan oleh Bina Seni Vokal, di Teater Tertutup Dagoa Tea House Bandung, 7 Mei 2016.

“Kami mempersembahkan sebuah musik teatrikal bertema ‘Music is Fantasy’, yang dikemas oleh alunan harmoni Gede Gumilar Orchestra,” kata Konseptor “Music is Fantasy” Puri raf, di Bandung, Selasa.

Selain 5 Romeo, kata dia, pagelaran musik teatrikal ini juga akan menampilkan seluruh talent Bina Seni Vokal, penyanyi jebolan Nez Akademi, Barsena Bestandhi, Indah Kusuma, KataKita, MOU Dancer, Teater Jebew 808 dan United State of Bandung Percussion.

Sementara itu salah seorang personil “5 Romeo” Rizky Pratama Putra mengatakan ia dan personil lainnya merasa bangga bisa terlibat dalam pagelaran tersebut karena merupakan impian dari pelatih vokal sekaligus pendiri Bina Seni Vokal (almarhum) Eri raf.

“Music is Fantasy adalah konser sanggar musik saya, konser yang mewujudkan mimpi almarhum pelatih saya Kang Eri raf. Jadi setelah diundang oleh istri almarhum saya langsung bilang siap ikut serta dalam konser ini,” kata Rizki.

Dalam konser tersebut, lanjut dia, “5 Romeo” akan membawakan sejumlah lagu yang diaransemen oleh Gege Gumilar Ochestra yang dipadukan dengan harmoninasi khas Bina Seni Vokal.


Badan Perfilman Indonesia Apresiasi Sukses “AADC 2”

TEMBANG.COM, Badan Perfilman Indonesia memberikan apresiasi terhadap kesuksesan film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 yang hingga hari ke-empat pemutaran di bioskup di tanah air, sejak 28 April 2016, mampu menembus jumlah penonton 1 juta orang.

“Kita semua bergembira, kita semua bangga dengan hasil AADC. Hal itu harusnya tidak hanya bisa didapat AADC-2. Mestinya film-film yang digarap dengan proper dan dipromosikan dengan baik, juga bisa diminati penonton,” kata Badan Perfilman Indonesia (BPI) Kemala Atmojo di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kesuksesan AADC-2 menembus rekor penonton film nasional membuktikan bahwa film berkualitas akan diminati penonton.

Film garapan sutradara Riri Riza yang diproduksi Miles Films tersebut mampu bersanding film Hollywood yang juga sedang diputar yakni Captain America: The Civil Wars dalam menggaet penonton.

Di banyak bioskop, AADC bahkan mengungguli jumlah penonton Captain America, bahkan film yang dibintangi aktor Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo tersebut mendapat lebih dari 500 layar di bioskop-bioskup tanah air.

Keberhasilan AADC-2 dinilai sejumlah kalangan perfilman tanah air bisa menjadi momentum untuk memikirkan kembali soal screen quota atau penjatahan waktu tayang di bioskup 60:40 untuk film nasional dan film impor.

Mengenai besaran kuota tersebut, menurut Kemala Atmojo, bisa saja dibicarakan kembali bersama-sama, agar masalah ini tidak malah merugikan ekosistem perfilman Indonesia.

“Ekosistem harus dijaga agar semua pihak mendapatkan porsi dan keadilannya. Barangkali harus dicarikan cara lain agar masalah ini bisa diterima semua pihak,” ujarnya.

Senada dengan itu sutradara Garin Nugroho juga memberi apresiasi kepada AADC-2.

Menurutnya, perfilman nasional memang membutuhkan film-film box office yang mampu menembus lebih dari satu juta penonton.

Film box office semacam itu, lanjutnya, diperlukan untuk menembus krisis penonton yang saat ini melanda perfilman nasional.

“Bagus sekali dan semoga hal itu menjadi konsistensi. Karena dalam satu periode, Indonesia membutuhkan sekitar 5-10 film box office,” kata sutradara yang sering meraih penghargaan internasional itu.

Di sisi lain Garin juga sependapat bahwa kualitas adalah kunci, oleh karena itu ggar film mampu menyedot banyak penonton, diperlukan kualitas yang sangat baik.

Bahkan, lanjutnya, tidak hanya film box office. Film lain yang termasuk art film pun, tetap membutuhkan kualitas.

“Kunci dari industri film dan art film adalah kualitas. Baik kualitas penonton maupun kualitas pada artistik,” katanya.

Aktris Jajang C. Noer juga sependapat bahwa, kualitas adalah penentu kesuksesan AADC-2 dan, kualitas tersebut, seharusnya bisa ditiru insan perfilman tanah air.

“Keberhasilan ADDC-2 menjadi bukti bahwa kualitas dan pembuatan film yang dilakukan dengan seksama, pasti hasilnya luar biasa bagus,” katanya.

Menurut Jajang, dengan kualitas yang baik, maka penonton akan datang dengan sendirinya, sebaliknya, jika film tidak berkualitas, jangan harap penonton akan melirik.

“Jadi jangan takut ditinggal penonton. Asalkan film berkualitas, penonton akan banyak,” katanya.

sumber jaknews.co.id


Nyawa dan Harapan

“Nyawa dan Harapan” adalah lagu terbaru Raisa di album Handmade. Kalau biasanya Raisa nyanyi lagu bertemakan cinta. Kali ini Raisa benar-benar berbeda membawakan lagu dengan pesan kemanusia, tentang kehidupan dan kelestarian alam.

Lirik dalam lagu ini benar-benar menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya. Asli deh gak bohong, yuk dengerin aja lagunya! Semoga saja lagu ini bisa menginspirasi setiap manusia dan akhirnya akan bisa merubah kehidupan manusia di dunia menjadi lebih baik lagi.


Nyawa dan Harapan

Saat air lebih langka dari air mata
Saat udara harus kau beli
Saat bunga bunga tinggal cerita
Akankah akhirnya kita sadari

Saat senyuman lebih langka dari amarah
Saat nyawa nyaris tak berharga
Saat dunia merintih pedih
Akankah akhirnya kita sadari

Akan datang masa dimana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa segala harapan

Saat kejujuran sudah tak bersisa
Saat manusia hidup tanpa hati
Saat membenci terasa nyaman
Saling menyakiti terlihat wajar

Akan datang masa dimana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa segala harapan

Akan datang masa dimana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa segala harapan

Beri nyawa segala harapan
Akankah akhirnya kita sadari..

sumber jaknews.co.id