Nyawa dan Harapan

“Nyawa dan Harapan” adalah lagu terbaru Raisa di album Handmade. Kalau biasanya Raisa nyanyi lagu bertemakan cinta. Kali ini Raisa benar-benar berbeda membawakan lagu dengan pesan kemanusia, tentang kehidupan dan kelestarian alam.

Lirik dalam lagu ini benar-benar menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya. Asli deh gak bohong, yuk dengerin aja lagunya! Semoga saja lagu ini bisa menginspirasi setiap manusia dan akhirnya akan bisa merubah kehidupan manusia di dunia menjadi lebih baik lagi.


Nyawa dan Harapan

Saat air lebih langka dari air mata
Saat udara harus kau beli
Saat bunga bunga tinggal cerita
Akankah akhirnya kita sadari

Saat senyuman lebih langka dari amarah
Saat nyawa nyaris tak berharga
Saat dunia merintih pedih
Akankah akhirnya kita sadari

Akan datang masa dimana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa segala harapan

Saat kejujuran sudah tak bersisa
Saat manusia hidup tanpa hati
Saat membenci terasa nyaman
Saling menyakiti terlihat wajar

Akan datang masa dimana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa segala harapan

Akan datang masa dimana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa segala harapan

Beri nyawa segala harapan
Akankah akhirnya kita sadari..

sumber jaknews.co.id


Musik kolintang, Budaya Minahasa Sambut Ratusan Wisatawan

TEMBANG | Ratusan wisatawan mancanegara asal Tiongkok pada awal Tahun Baru Imlek 2567 ini terbang langsung dari negaranya mengunjungi Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Hari ini ada sebanyak 580 wisman asal Tiongkok yang tiba,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Halendra Waworuntu di Manado, Selasa 9 Februari 2016.

Halendra mengatakan Salasa hari ini ada tiga penerbangan wisman Tiongkok yang datang langsung ke Manado yang menggunakan maskapai Sriwijaya Air dari Guangzhou sebanyak 183 orang.

Dan, katanya, penerbangan kedua yang menggunakan maskapai Lion Air sebanyak 212 orang dari Guangzhou juga dan yang menumpang maskapai Citilink sebanyak 185 orang dari Chengdu.

Dia mengatakan, hal itu merupakan kebangkitan pariwisata di Sulut dan akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Kami sangat berharap kedatangan wisman Tiongkok ke Manado akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sulut,” jelasnya.

Apalagi, katanya, Sulut memiliki tujuan wisata yang cukup banyak dan tidak kalah bersaing dengan daerah lain.

Sehingga sinergitas pemerintah dan swasta harus berjalan seiring bersama agar menjadikan Sulut sebagai tujuan wisman tahun ini bisa berjalan lancar.

Jika wisman yang datang ke Sulut banyak maka akan meningkatkan devisa bagi negara.

Wisman asal Tiongkok yang databg ke Sulut disambut baik oleh pihak Angkasa Pura I Bandara Internasional Samrat dengan tarian barongsai, alat musik kolintang, alat musik bambu yang menunjukkan budaya Minahasa yang unik.