INI MENARIK! Makin lama band yang merambat pelan-pelan dari jalur indie mulai merangsek ke jajaran musik nasional. Caranya memang unik, tapi band-band model ini cukup punya nyali.
Salah satu yang merangsek dengan model seperti di atas adalah band bernama SAJAMA CUT. Tak heran kalau kamu baru mendengarnya. Apalagi buat kamu-kamu yang tinggal di luar Jakarta. Mungkin band ini kamu anggap pendatang baru. Padahal, mereka tak baru-baru banget.
Dikawal oleh Marcel Thee (Vokal, Gitar), Aldy Waani (Gitar), Mario Leman (Bass), Andry Bhakti Ruay (Drum), dan Budi Marcukhunda (Kibord), SAJAMA CUT mulai disebut-sebut ketika single mereka Less Affraid masuk dalam kompilasi original soundtrack (OST) film Janji Joni.
Kini, SAJAMA CUT yang menyebut aliran musiknya dengan folk-rock stylish merilis album kedua dengan titel The Osaka Journals di bawah label Universal Musik Indonesia. Berbau Jepang? Sah-sah sajalah, tapi yang jelas band dari Jakarta ini mengunggulkan Fallen Japanese yang berbahasa Inggris. Oh ya, nyaris semua lagu di album ini berbahasa Inggris. Hanya satu lagu berjudul Lagu Tema yang menggunakan bahasa Indonesia.
Musikalitas SAJAMA CUT dipengaruhi oleh R.E.M, the Fall, Gram Parson atau Guided by Voices. Kemudian melodinya mereka dipengaruhi oleh The Beatles dan Hank Williams, sementara lirik-liriknya band ini memilih kejujuran seperti Nirvana.
Pertanyannya, apakah lagu-lagunya cukup "menggoda kuping" penikmat musik, meski secara musikalitas, band ini tak bisa dibilang pas-pasan.Kita lihat...[joko/foto: istimewa]
|