DI INDONESIA, sengaja atau tidak sengaja, peta musik seperti terpetakan di beberapa kota saja. Meski kalau kita lihat ke belakang, kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, memang banyak menyumbangkan musisi ke level nasional.
Tapi apakah kemudian itu menutup peluang di kota-kota lain yang secara "kasat-mata" jarang menelorkan band, penyanyi atau musisi yang banyak dikenal di kancah musik nasional? Tentu saja tidak. Dan untuk itu ada cerita dibalik lahirnya band asal Pontianak, Kalimantan Barat, SIR ROONEY.
Adalah request lirik di TEMBANG.com yang menentukan naik turunnya chart. Sampai suatu ketika, redaksi rada kaget ketika dalam satu minggu, mendapati request lirik dari single 'Ternyata Kau Mendua' membubung tinggi. Mau tidak mau, Sir Rooeny kudu masuk chart. Tapi siapa Sir Rooney?
Pertanyaan itu buru-buru terjawab ketika TEMBANG.COMyang sempat mejadi juri A Mild Live Wanted [AMLW], iseng-iseng membuka daftar para finalis regional dan menemukan nama band ini sebagai runner-up Regional Kalimantan tahun 2007, bukan juara lo ya. Tapi rekaman album?
Pertanyaan kedua terjawab, ketika suatu malam Noey JAVA JIVE, yang mantan juri nasional AMLW 2007 menelpon penulis. "Mereka memang tidak juara, tapi aku tertarik untuk memproduseri anak-anak muda ini. Jadi akhirnya lewat label sendiri aku coba mengorbitkan mereka," kata Noey lewat telepon.
Noey [nama aslinya Mochamad Noerwana] yang sukses sebagai pemain di Java Jive, kemudian piawai sebagai produser yang mengorbitkan Peterpan, Nidji dan Letto, tentu tak sembarangan milih band yang bakal diorbitkannya. Dan pilihan kepada band berawak Andre (Guitar) Rony (Guitar), Wahyu (Vokal), Ade (Drum), dan Ridho (Bass) ini, pastinya karena melihat band ini punya peluang bagus di industri musik.
Dalam obrolan dengan SIR ROONEY [konon, dalam bahasa arab kunonya mengandung arti ‘Kaya Rasa’], jelas terpancar satu "kegembiraan" diolah tangan dingin Noey. "Kita tak pernah menyangka, meski tidak juara tapi bisa merekam album utuh," ujar Andre kepada TEMBANG.COM, di sebuah kafe di Jakarta, beberapa waktu silam.
Sekedar membalik ke belakang. Lahirnya band ini sebenarnya benar-benar karena personilnya yang sebelumnya sudah punya band masing-masing, iseng ingin ikut festival. "Awalnya ingin ikut di ajang A Mild Live Wanted. Kami sering ketemu, namun belum pernah ngejam bareng. Kemudian, di Studio Orange kami bentuklah Sir Rooney,” kenang Andre yang menyebut 19 Maret 2006 sebagai hari lahir band ini.
Keisengan anak-anak Pontianak ini rupanya berbuah manis. Mereka menjadi runner-up AMLW regional Kalimantan. Sayangnya, runner-up tidak diberangkatkan ke Jakarta. Tapi keberuntungan memang tak bakal enyah. Noey tertarik dan menawarkan mereka untuk rekaman dibawah asuhannya. Siapa yang mau nolak? Syaratnya: mereka kudu ke Bandung. "Sudah kepalang tanggung, akhirnya kita sepakat buka home-base di Bandung," tambah Andre.
Beberapa materi yang sudah mereka punyai, diolah lagi di Bandung. Tak perlu waktu lama, karena lagu-lagu mereka hanya perlu sedikti sentuhan teknis saja, SIR ROONEY akhirnya merilis album pertama 'Andaikan Termaaf' dengan single pertamanya 'Ternyata Kau Mendua' lewat Jade & Trust Entertainment, milik Kang Noey.
Mengaku menyukai Queen, Incubus, The Killers, dan Linkin’ Park sebagai band yang sangat mempengaruhi masing-masing personel, album pertamanya ini sebenarnya tidak punya warna yang sejajar dengan band-band yang menjadI influence tadi. Album perdana ini 'sangat-pop' yang renyah, easy-listening dan tidak ribet. "Kami memang ingin nama band ini dikenal dulu," kilah Rony yang nimbrung bicara.
“Lagu Ternyata Kau Mendua ini, sudah dibuat video klipnya, dan kami menampilkan artis Asmiranda sebagai modelnya. Lagu ini berawal dari pengalaman pribadi dan curhatnya teman-teman,” ungkap Rony, sembari mengatakan bahwa video klip mereka sudah ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia.
Sebagai anak daerah yang nota-bene sering "diremehkan" SIR ROONEY mengaku tidak ingin muluk-muluk dalam pencapaian taget musikal mereka. "Kita hanya ingin lagu kita diterima dan sukur-sukur disukai," kata Rony. Jawaban klise yang selalu dilontarkan band baru. SIR ROONEY bahkan mengaku siap menjadi "tumbal' asal band-band Pontianak kelak bisa mengisi ruang-ruang di industri musik Indonesia. "Kelemahan kita di daerah biasanya lebih ke referensi musik dan arahan dari senior kita,' tambah Andre.
Kini, SIR ROONEY benar-benar sudah masuk ke industri musik yang tidak selalu berbaik hati kepada band-band baru. "Kami siap dengan resikonya kok,' tegas Andre dan Rony. Paling tidak SIR ROONEY ingin mengatakan, "jangan remehkan anak-anak Pontianak!" Begitu Jon? [joko.moernantyo/foto: dok.jade & trust]
|