Cukup lama tidak tampil di panggung musik Indonesia, penyanyi Rizky Febian, kemarin merilis single bertajuk “Ku Rindu Ibu”. Lagu yang ditujukan untuk mengenang kepergian Ibunya dibuat dengan impresif. Liriknya sentimentil dan membuat pendengarnya hanyut dalam nada yang dibuat lamban.

“Makna lagu ‘Ku Rindu Ibu’ sendiri adalah bentuk kerinduan seorang anak yang belum bisa membahagiakan ibunya yang telah tiada,” kata Rizky Febian dalam rilisnya yang diterima tembang.com, Senin (04/01).

‘Ku Rindu Ibu’ diproduksi oleh tim RFAS dan Rizky Febian dengan konsep yang simpel, yakni menggambarkan rasa kehilangan setelah ditinggalkan orang yang dicintai diiringi instrumen yang ada dalam lagu.

Rizky Febian berhasil mengeksplorasi emosi dalam membawakan lagu ini. Dalam vidoe pembuatannya yang sempat dirilis di You Tube, Rizky tampil dengan penuh penghayatan. Liriknya yang menyentuh membuat mereka yang mendengarkan terbawa arus sedih; Sempat terfikirkan ‘tuk mengakhiri perjalanan ini / Lelah yang membuat perasaan hilang seketika/ S’lalu ku mencoba ‘tuk melabuhi perasaan ini/ Inginnya kujujur ‘tuk ungkapkan rasa/ Sulit ‘tuk diriku menerima semua..

Seperti diketahui, pemilik nama lengkap Rizky Febian Ardiansyah Sutisna adalah anak sulung dari komedian ternama Sule. Namanya mulai dikenal sejak sering muncul di televisi bersama ayahnya dan kemudian meluncurkan tembang “Kesempurnaan Cinta” yang menjadi hits di radio-radio seluruh Indonesia dan berhasil menduduki Top Chart iTunes, dan berhasil menyabet piala “Dahsyatnya Awards 2016” kategori Pendatang Baru Terdahsyat.

Lagu “Ku Rindu Ibu” sebetulnya pernah dibawakan beberapa kali dalam berbagai kesempatan, namun finalisasinya baru bisa akhir tahun lalu, bertepatan dengan hari Ibu, 22 Desember. [ril/t03n/foto:rizkyfebian]

Lirik Ku Rindu Ibu

Sempat terfikirkan ‘tuk mengakhiri perjalanan ini
Lelah yang membuat perasaan hilang seketika
S’lalu ku mencoba ‘tuk melabuhi perasaan ini

Inginnya kujujur ‘tuk ungkapkan rasa
Sulit ‘tuk diriku menerima semua
Inginnya kujujur ‘tuk ungkapkan rasa
Betapa belum siapnya ku tanpamu

Haruskah terdiam lama
Ketika kau tak ada
Hingga menjadi debu
Hilang tak berbekas

Tapi kehilanganmu ternyata ku memburu
Harus melepas namun ku tak ingin
Ketika terlepas hanya tersisa penyesalan ini
Penyesalan ini, huu…

Tepukan ringan di pundakku menjadi penyemangat
Usapan rambutmu adalah bukti kasih
Meski ku tak sempat membalas itu semua
Kuyakin kau s’lalu memahami itu

Ibu, ibu, ibu maafkanlah atas perbuatanku
Ibu kumemohon maafkan atas kelakuan diriku…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here