Setelah "libur" satu tahun, "Indonesian Idol" kembali digelar. Di tahun 2010 ini, ajang pencarian bakat yang sudah sempat berjalan hingga lima musim tersebut menyajikan beberapa perubahan.

Di posisi juri ada dua wajah baru yaitu Erwin Gutawa dan Agnes Monica yang menggantikan Indra Lesmana dan Titi DJ. Keduanya terpilih setelah pihak penyelenggara melakukan evaluasi dan proses pencarian selama setahun. Dengan alasan itulah, ajang pencarian bakat tersebut ditiadakan pada 2009.

Direktur Programming RCTI Harsiwi Achmad mengatakan, selama satu tahun tidak ada Indonesian Idol, pihaknya melakukan evaluasi, survei, riset, dan berbicara dengan banyak pihak berkompeten di industri musik dan hiburan. Pada akhirnya ditemukan fakta bahwa Indonesian Idol, menurut Harsiwi, tetap memiliki magnet yang kuat untuk masyarakat. Baik sekadar penonton maupun yang ingin jadi peserta. "Sepanjang 2009 kami melakukan perenungan, mencari terobosan baru untuk Indonesian Idol lebih baik lagi," ucapnya di Hard Rock Cafe kemarin (7/1).

Dari hasil riset, lanjut Harsiwi, masyarakat ingin melihat bintang baru yang berkualitas bermunculan. Melihat seorang biasa berubah menjadi superstar. "Maka, konsep Indonesian Idol 2010 adalah Be a Superstar!" ujarnya.

Meski begitu, Harsiwi sepakat dengan analisisnya bahwa Indonesian Idol tidak boleh sekadar melanjutkan acara. Harus ada terobosan. "Sebab, kami sudah lima tahun. Sangat berat mempertahankan sebuah program yang besar, dimensi yang luas. Juga bagaimana mengisi industri ini dengan talent yang berkualitas. Itu sangat berat," ungkapnya.

Salah satu terobosan yang dimaksud adalah perubahan di jajaran juri. Juri baru dipilih tidak hanya untuk penyegaran. Kualitas dan kapabilitasnya juga diukur. "Erwin Gutawa dan Agnes Monica ini di dunia musik sudah tidak diragukan lagi. Bahkan, dengar nama Erwin saja sudah bisa membuat kita merinding," kata Harsiwi memuji.

Vice President Production RCTI Indra Yudistira menilai, semua penyelenggaraan Indonesian Idol sebelumnya banyak melahirkan bintang. Tapi, mereka belum menjadi superstar. "Untuk mendapatkan superstar, tentu banyak yang harus kami lakukan. Salah satunya mengubah juri," jelas Indra.

Agnes dinilai Indra layak menjadi juri setelah menganalisis riwayat karirnya. Menurut dia, Agnes bukan seorang artis instan. "Agnes itu sejak kecil sudah berkarir dan langganan penghargaan juga. Pantas dikatakan superstar. Maka, kita harus belajar banyak dari pengalamannya. Kita berharap ada pandangan baru dari anak muda yang berbakat," ulas Indra.

Anang Hermansyah yang masih dipertahankan sebagai juri mengangguk setuju. Jika Agnes dibandingkan dengan diva pop Krisdayanti, kata Anang, mereka memang sama-sama superstar. Bedanya, Agnes sudah fokus di jalur musik sendiri dan berprestasi di usianya sekarang yang masih terbilang muda.

"Etos kerjanya juga tinggi. Banyak penghargaan. Jika di-maintain dengan baik, ke depan Agnes akan lebih baik jika dibandingkan dengan Yanti (Krisdayanti, Red) hari ini," tegas Anang menyebut nama mantan istrinya itu.

Sayang, karena punya kesibukan, Agnes tak bisa hadir kemarin. Sementara itu, Erwin mengatakan bersemangat menerima tawaran menjadi juri Indonesian Idol karena pihak penyelenggara bertekad mencari superstar. Bukan sekadar seseorang yang bisa menyanyi.

"Menurut saya, seorang superstar adalah artis yang sangat komplet. Kita tahu menang di Indonesian Idol pasti terkenal. Tapi, nggak cukup itu. Selain terkenal, nyanyi bagus, performance bagus, attitude bagus, dan punya aura kebintangan," harapnya.

Erwin bertekad menerapkan pengalaman yang dia miliki untuk mencari seseorang yang sangat diinginkan. Audisi Indonesian Idol 2010 dilakukan di 17 kota mulai November 2009 dan masih berlangsung sampai saat ini. (jawapos/bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here