Indra Utami Tamsir, peraih penghargaan Penyanyi Keroncong Wanita Terbaik AMI Awards 2013, kembali menggelar konser tunggal di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) pada Rabu (18/2) malam lewat pementasan bertajuk Langgam Untuk Dunia.

''Alhamdulillah saya bisa kembali berkarya dan menggelar konser tunggal. Buat saya, konser ini menjadi cara untuk dapat melestarikan kearifan kebudayaan melalui lagu-lagu keroncong langgam,'' katanya kepada wartawan di Jakarta.

Dalam konser berdurasi dua jam lebih ini, Indra membawakan sejumlah karya yang termaktub dari dua albumnya, Penganten Agung dan Nggayuh Ketresnan. Diantara lagu yang dilantunkannya secara powerfull itu adalah Nggayuh Katresnan, Yen Ing Tawang, Enthit, Caping Gunung, Penganten Agung, dan lagu keroncong seperti  Segenggam Harapan, Kroncong Tanah Air, Roda Dunia, Stambul Baju Biru. ''Yang pasti akan ada sejumlah kejutan juga dalam konser saya kali ini,'' kata wanita kelahiran Blora, Jawa Tengah ini.

Indra, penyanyi yang pernah didaulat sebagai The Next Waldjinah ini mengaku telah mempersiapkan konser tunggal kali ini secara serius. Ia juga merasa bahagia dalam konsernya tersebut, Menteri Pekerjaan Umum, DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M. Sc turut melantunkan senandung keroncong.

Ia berharap keterlibatan banyak pihak dalam konser tunggalnya ini akan bisa mewujudkan impiannya untuk membawa musik langgam dan keroncong ini kembali kepada kejayaannya di masa lalu. ''Harapan terbesar saya tentunya semoga saja musik keroncong dan langgam ini bisa terus lestari dan dapat menjadi seni tuan rumah di negerinya sendiri,'' katanya dengan penuh harap.

Kali terakhir ia menggelar konser tunggal digelar di Hotel Sultan pada Agustus 2013. Dalam konser tersebut, penampilannya mendapatkan apresiasi positif dari media di Tanah Air. ''Keinginan serupa tentunya saya harapkan juga untuk konser tunggal kali ini,'' ujarnya.

Selepas konser tunggal di Jakarta, Indra mengaku telah mempersiapkan rangkaian konser di lima kota di Indonesia. Diantaranya dia menyebut rencananya untuk menyambangi Surabaya, Bali, dan Palembang. ''Untuk dua kota lainnya masih terus dikaji sejauh mana basis pencinta musik ini,'' kata dia. ''Tetapi tidak tertutup kemungkinan Yogyakarta, Semamrang dan Blora yang menjadi kota kelahiran saya akan saya siapkan untuk konser langgam dan keroncong ini.''

Agenda lain yang telah dipersiapkannya adalah rencananya membuat Yayasan Keroncong. Tujuan utama dari hadirnya yayasan ini, kata dia, untuk mendata sekaligus mendorongnya tumbuh kembangnya kecintaan generasi di negeri ini untuk melestarikan musik keroncong dan langgam. ''Ini menjadi cita-cita saya untuk membuat keroncong tetap lestari dan bisa dicintai oleh banyak pihak, termasuk diantaranya generasi muda di negeri ini.'' [rol/c2/foto:istimewa]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here