The Red Molotov ialah sebuah band Rock dengan personil yang memiliki latar belakang
pendidikan pesantren. Hakeem (Bass), Luthfi (Gitar), dan Faruk (Gitar) merupakan alumni sebuah pesantren di Jakarta Selatan, sedangkan Igo (Drum) adalah alumni dari sebuah pesantren di Indramayu, serta Rahmat (Vokal) alumni sebuah pesantren di Bangil Pasuruan. Mereka semua bertemu ketika sama-sama kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam musiknya tentu saja The Red Molotov tidak bisa sepenuhnya lepas dari latar belakang para personilnya, tapi tak pula lantas menjadi band rock yang relijius. Dengan keyakinan bahwa selain ibadah, Tuhan juga memerintahkan ber-Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar, yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran atau kejahatan. Maka jadilah The Red Molotov berbeda dari kebanyakan band cadas yang lain.

Inspirasi The Red Molotov muncul dari segala peristiwa yang terjadi di sekitar kita, serta dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan oleh para personil. Tentu saja dipengaruhi pemikiran beberapa tokoh yang mereka kagumi, seperti Ibnu Arabi, Ali Syariati, Hasan Hanafi, Mohammad Hatta, Sukarno, Tan Malaka, Jean Baudrillard, Nietzche, Karl Marx.

Pengaruh musik yang sangat beragam pada para personilnya, dari Nasyid dan Kasidah, Blues hingga Rock dan Metal, dari Punk hingga Reggae, dan bahkan dari campursari hingga karawitan Sunda, Jawa, dan Bali, membuat warna musik The Red Molotov menjadi sangat variatif, tapi tetap dalam balutan distorsi dan beat-beat enerjik khas musik Rock.

The Red Molotov menghadirkan musik rock yang kadang mendayu seperti balada, kadang kuat menghentak, kadang seolah menghadirkan kesunyian atau keterasingan, dan kadang meledak-ledak seolah ingin meluapkan kemarahan atau pemberontakan. (pr/mag)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here