Grup "The Virgin" berharap kepada pemimpin baru (presiden) nanti agar bisa menghargai kasil karya berupa  musik. "Semoga dengan presiden baru nanti, musikus lebih dihargai hak ciptanya," kata Mitha, salah seorang personel The Virgin,  di Jakarta.

Mitha dan Dara mengaku prihatin melihat kondisi musik Indonesia saat ini. Mereka menilai pemerintah masih bersikap kurang tegas kepada para penjahat seni. Hal itu mereka lihat dari banyaknya barang bajakan di lingkungan masyarakat.

Menurut Mitha, salah bila aparat menangkap para penjaja kepingan cakram padat (compact disc) bajakan di beberapa pasar. "Abang-abang pinggir jalan itu hanya jualan, kelas teri. Yang harusnya ditangkap itu pembuat CD bajakannya. Jadi kalau mau, ya, dicabut dari akarnya kejahatan itu, " kata Mitha, yang diiyakan Dara.

Akibat pembajakan, The Virgin mengakui menurunnya penjualan cakram padat akhir-akhir ini. Akhirnya, dua gadis ini mengakui lebih banyak mendapat rezeki dari acara-acara off air. "Kata orang, jadi musikus itu gampang banget, padahal sebenarnya enggak. Kami kan juga usaha keras untuk bisa membuat musik berkualitas," kata Mitha.

Untuk mendapat pemimpin baru, Mitha dan Dara sengaja akan menggunakan hak pilihnya pada 9 April nanti. "Kalau Dara baru pertama kali mencoblos. Kalau aku udah dua kali. Tapi tahun lalu aku juga nyoblos, lho," kata Mitha. [Tco/c2]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here