Tiket konser salah satu dewa gitar dunia, Steve Vai, akan mulai dijual pada hari Sabtu, 18 Mei mendatang. Pihak Java Musikindo selaku promotor akan membagi penonton dalam 2 kelas yaitu Tribune dan Festival.

Jika membeli tiket dalam kurun waktu 18 Mei hingga 18 Juni, harganya adalah Rp. 295 ribu untuk kelas Tribune, dan Rp. 495 Ribu untuk kelas festival. Sedangkan jika membeli tiket pada tanggal 19 Juni hingga 22 Juli akan berlaku harga normal, yaitu Rp. 350 ribu untuk Tribune, dan Rp. 550 ribu untk Festival.

Konser yang rencananya akan digelar pada tanggal 22 Juli 2013 pukul 21.00 WIB, di Tennis Indoor Senayan ini merupakan konser perdana Steve Vai di Indonesia. Bagi Java Musikindo sendiri, mendatangkan Steve Vai bukan perkara mudah. Jadwal konsernya masih padat di seluruh antero Amerika dan Eropa. Sebuah keberuntungan bisa mendatangkan sang ‘dewa’ gitar ke Indonesia ditengah jadwal konsernya yang ketat.

Buat kamu yang tak ingin melewatkan penampilan Steve Vai, pantengin terus twitter @javamusikindo untuk mendapatkan info-info selanjutnya. Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi JAVA Musikindo, Jl. Yado I No. 7, Radio Dalam, Jakarta 12140. Telp: (021) 723 7203, Fax: (021) 723 7202

Tentang Steve Vai
Vai memulai karirnya pada tahun 1980 dengan Frank Zappa, salah satu musisi rock ternama dan legendaris di Amerika. Langkah demi langkah Steve Vai selalu berada di pusaran band-band rock ternama dan mendunia. Hingga terakhir dia bermain bersama Joe Satriani, Yngwie Malmsteen, Eric Johnson dalam kemasan konser G3 yang cukup fenomenal sampai sekarang. Dimana 3 jawara gitar dunia bergabung dan bermain sepanggung dalam sebuah konser yang menuai pujia dari pengamat musik dan juga penikmat musik.Di saat banyak musisi memilih berada dalam kategori tunggal, Steve Vai mempunyai visi musik yang unik, genuine dan unclassifiable. Permainan musiknya mulai dari blues, jazz, rock sampai klasik dan juga ethnic. Bahkan belum lama ini Steve Vai mengadakan konser bersama Tokyo Metropolitan Symphony Orchestra di Jepang.

Selain gitaris, Vai juga menulis lagu sekaligus penyanyi dan produser. Beberapa solo album telah dirilisnya, antara lain Flex Able (1984), Passion & Warfare (1990), Sex & Religion (1993), Alien Love Secrets (1995), Fire Garden (1996), Ultra Zone (1999), The 7th Song-Enchanting Guitar Melodie s (2000), Alive In An Ultraworld (2001) dan album terakhirnya berjudul The Story of Lights (2012). Semua albumnya diciptakan sendiri dengan keseimbangan antara kemampuan teknis musik dan kalimat puitis. Dan beberapa Grammy Award juga telah berhasil dikantongi Steve Vai, antara lain Best Rock Instrumental Album pada tahun 1994, Best Pop Instrumental Album tahun 2001 dan Best Rock Instrumental Performance di tahun 2008.

Steve Vai membawa pengaruh besar pada era pasca grunge. Sebut saja James “Munky” Shaffer dari Korn, Mike Eizinger dari Incubus dan Tom Morello dari Audioslave, semua menjadikan Vai sebagai inspirasi utama. Di Indonesia sendiri Steve Vai punya banyak penggemar setia. Karena banyak gitaris band Indonesia yang terpengaruh dan terinspirasi oleh teknik permainannya. Tak bisa dipungkiri lagi konser Steve Vai nanti bakal dipenuhi oleh sound-sound gitar yang akan membius telinga penonton dan bisa jadi salah satu konser musik rock terbaik yang pernah digelar di tanah air. Jadi bagi para gitaris rasanya sebuah keharusan menonton sang dewa gitar ini memamerkan kepiawaiannya di panggung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here