Grup musik indie asal Bandung, Sarasvati, mendapat kesempatan untuk berkolaborasi lagi dengan grup musik asal Prancis, Gran Kino, pada pagelaran festival seni dan budaya, Printemps Français (PF) 2015. Sebelumnya, Sarasvati sudah pernah berkolaborasi dengan Gran Kino pada 2013 di IFI (Institut Prancis di Indonesia) Bandung. Ternyata Gran Kino terkesan dengan kolaborasi tersebut dan juga budaya Indonesia.

"Akhirnya kami diajak bekerja sama kembali dan mereka juga menginginkan konsep yang sangat Indonesia untuk lirik dan musiknya. Kami pun memilih naskah kuno Sunda berusia 600 tahun yang berjudul Bujangga Manik," imbuh vokalis dari Sarasvati, Risa Sarasvati, pada jumpa pers PF 2015, Senin (11/5).

Dijelaskan Risa, Bujangga Manik merupakan cerita tentang seorang petapa pencari kitab dari tanah Sunda. Ia melakukan perjalanan ke beberapa daerah di Indonesia. Sarasvati dan Gran Kino pun mencoba mengintepretasikan perjalanan panjang Bujangga Manik menjadi enam lagu dalam album kolaborasi, yakni Ballades.

"Tiga lagu dari Gran Kino dan tiga lagu dari Sarasvati. Proses rekamannya pun dilakukan di Indonesia dan Prancis. Kami mengirimkan rekaman mentah ke Gran Kino yang kemudian akan mereka beri sentuhan khas Gran Kino dan begitu juga sebaliknya. Saat ini sudah 90 persen jadi," tutur pemain bas Sarasvati, Gallang Perdana.

Dilanjutkan Risa, Gran Kino merupakan grup musik beraliran pop elektronik. Sedangkan, Sarasvati mengklaim musiknya beraliran pop konvensional. Namun, dalam pertunjukan di PF 2015 nanti, Sarasvati akan menyertakan alat musik tradisional, yakni kecapi dan suling.

"Kami juga akan menyertakan bahasa Sunda pada satu lagu di album Ballades. Jadi, album tersebut terdiri dari bahasa Inggris, Prancis, Indonesia, dan Sunda. Kami juga akan menyanyikan lirik bahasa Prancis dan Gran Kino akan membawakan lirik bahasa Indonesia pada konser mendatang," terang Risa.

Konser musik Gran Kino dan Sarasvati akan berlangsung di beberapa kota selama PF 2015, yakni Bandung (29 Mei) di Auditorium IFI, Jakarta (30 Mei) di Galeri Indonesia Kaya Grand Indonesia West Mall, Yogyakarta (1 Juni) di Jogja National Museum, Surabaya (3 Juni) di Atrium Surabaya Town Square, dan Bali (4 Juni) di Bentara Budaya. [beritasatu/c2]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here