Bukan pembajak jika tak banyak akal. Baru dua minggu kelar rekaman, album milik grup band pendatang baru D'Cips (Baca: Dicips) sudah muncul di lapak-lapak pinggir jalan.

"Kita benar-benar kaget. Kok, bisa! Padahal, kita baru dua minggu menyelesaikan rekaman, eh sudah ada yang jual di lapak-lapak pinggir jalan. Kita enggak bisa juga ngapa-ngapain selain ngurut dada," ujar Ara Antonio sang vokalis mewakili rekan-rekannya, seperti yang dilansir Kompas.

Untuk menyiasati sampul vcd bajakannya, kata Ara, si pembajak menggunakan  foto-foto manggung mereka sebagai covernya untuk sampulnya. "Mungkin mereka browsing di internet, foto-foto kita yang lagi manggung dijadikan covernya. Hebatnya lagi, ada karaokenya segala," cerita Ara.

Tiga bulan lalu, album perdana mereka yang diberi tajuk "Bidadari" rampung diproduksi perusahaan label Pelangi Record, di mana perusahaan EMI sebagai distributornya. Lantaran banyak beredar vcd bajakan, mereka hanya bisa mengurut dada.

D'Cips beranggotakan Ara Antonio (Ara, vokal), Ari Adriana (Ari, gitar), Ridwan (Ocen, drum), Farid Sidutanzah (Sidu, keyboard), dan Wandi Sukwawijaja (Idil, bas). Hampir seluruh personel berasal dari Cipanas, Bogor, Jawa Barat. hanya Ara, yang berasal dari Cirebon.
 
"D'Cips itu artinya di Cipanas. Karena kebanyakan dari kita memang dari Cipanas, Bogor," terang Sidu.

Pada tanggal 17 Agustus 2006, mereka mendeklarasikan berdirinya grup tersebut. Sejumlah pentas di sejumlah daerah pun dijabani.  D'Cips beberapa kali didaulat menjadi band pembuka grup-grup ternama seperti Cokelat, hingga Dewa 19.

Nama D'Cips mulai dikenal ketika mereka berhasil menjadi wakil wilayah Cirebon untuk ikut seleksi nasional di ajang Sprite D'Plong Rock'n'dut 2008. Sayang, D'Cips hanya berhasil meraih juara runner up 2, setelah bersaing dengan Band Diva dari Malang.

Lewat album pertamanya, Bidadari, mereka berhasil mewujudkan impiannya di industri rekaman Tanah Air. Dengan mengusung pop alternatif, D'Cips mencoba menghadirkan sepuluh lagu di album perdananya itu. "Benang merahnya agak alternatif, ada reggae, country, juga balad. Di album ini kita banyak bermain distorsi," ujar Sidu.

Melalui proses yang tak terlalu panjang, D'Cips akhirnya berhasil mengumpulkan sepuluh lagu jagoannya. Sebut saja di antaranya, Senang Karena Kamu, Berharap Kembali, Kau Datang Saat Ku Pergi, Apa Kabar, Deg-Degan dan Percaya Tapi Curiga.

Di albumnya tersebut, Budi gitaris grup band Drive turut menyumbangkan lagu lewat lagu Berharap Kembali. Tak ayal, warna musik Drive cukup kental di lagu tersebut. Sementara sembilan lagu lainnya diciptakan para personelnya.

Dalam proses kreatifnya, D'Cips tak menampik kalau musik mereka berkiblat pada musik-musik seperti The Beatles, Queen, The Police, hingga U2. "Lagu Deg-Degan misalnya, warna musiknya lebih ke Walking in the Moon-nya The Police. Bukan niru habis, tapi lebih ke warna musiknya," kata Sidu diamini personel D'Cips lainnya. (kompas/mag)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here