Siapa tidak kenal Project Pop? Kelompok vokal asal Bandung ini dikenal lewat lagu-lagunya yang jenaka. Namun, popularitas ini tidak serta merta membuat mereka selalu diterima di semua kalangan.

Belakangan, grup yang diawaki Yosi, Oon, Odie, Gugum, Udjo, dan Tika ini menghadapi masalah lantaran lagu-lagu mereka ditolak sejumlah radio. Alasannya irama-irama dalam album terbaru Project Pop, terutama yang 'berbau' dangdut dianggap tidak sesuai dengan pendengar radio tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Project Pop mengaku bisa memahami penolakan tersebut dan menganggap  pihak stasiun radio memiliki kebijakan sendiri untuk menyajikan lagu-lagu sesuai selera bermusik pendengarnya.

"MD (music director, Red) kan punya sistem sendiri untuk menentukan selera pasar," kata Udjo seperti yang dilansir Surya Online.

Personel Project Pop sendiri terkesan cuek dengan penolakan lagu-lagu mereka. Sebab, menurut mereka, peran media sekarang sudah berubah. Stasiun radio, ditekankan Udjo, tidak lagi pegang peran dalam mengangkat popularitas sebuah grup musik.

"Orang cenderung ingin lihat langsung grup band yang disukainya. Karena itu, sekarang TV jadi primadona. TV lebih berperan dan jadi ujung tombak mengangkat nama band," ungkap pria bernama asli Djoni Permato ini.

Terbukti, lanjut Udjo, meski lagu mereka banyak ditolak radio, Project Pop masih menerima banyak permintaan pentas off air. "Kami memang belum bisa seperti grup-grup band papan atas yang punya agenda show 40 kali dalam setahun. Jadwal kami masih 10-15 kota setahun, itu kami anggap sudah bagus," katanya. (surya/mag)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here