Genap setahun setelah konser "Kantata Barock" di gelar di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, kemarin malam, Jumat (31/05), pentolan Sirkus Barock, Sawung Jabo kembali memukau ratusan penggemarnya di panggung Graha Bhakti Budaya, TIM. Aksi  lebih dari 2,5 jam dibuka dengan alunan tembang “Burung Kecil”, “Doa dari Prapatan” dan “Goro-goro”

Dimalam itu, Sawung Jabo tidak tampil tunggal. Disamping "kawalan" para musisi Sirkus Barock sendiri, seperti Totok Tewel dan Endy Berkah, Jabo juga di dampingi  Peni Chandra Rini,  dan Oppie Andaresta. Tidak bisa dipungkiri, kehadiran  mereka turut mendongkrak spirit konser Sirkus Barock malam itu.

Awal konser berjalan monoton. Kemunculan Sawung Jabo tanpa didahului "basa-basi" dengan lantunan lagu awal yang kurang "familiar" membuat sebagian penonton kurang menikmati. Untungnya, permainan alat-alat musik, perpaduan antara modern dengan tradisional seperti keyboards, drum, kendang hingga suling,  membuat panggung menjadi lebih hangat.

Situasi mulai memanas setelah,  Sawung Jabo memainkan tembang legend "Bongkar", "Kuda Lumping" hingga "HIO". Meski sound sistem panggung terdengar kurang bersahabat ditelinga, hal ini tidak "mensabotase"  keinginan penggemar untuk berjoget. Hingga akhirnya, pada tembang "tambahan" penonton yang awalnya berjoget dikursi, turun ke depan dan jadilah malam itu konser yang sesungguhnya yang  lebih hidup.

Dibanding dengan konser beberapa tahun sebelumnya, konser kali tergolong kurang "bertenaga". Kabarnya, pihak penyelenggara belum berhasil menggandeng sponsor yang signifikan.Hal ini bisa dilihat dari minimnya publikasi, hingga setting panggung yang terlampau sederhana dibanding konser Sawung Jabo sebelumnya. Untungnya, berkat kekompakan mereka dan support dari penyandang dana perorangan, konser Sirkus Barock akhirnya bisa digelar. Hadir pada malam itu, sejumlah sahabat Sawung Jabo, seperti Setiawan Djodi, Butet Kertaradjasa, Djaduk Ferianto, dan Eros Djarot.

Meski malam itu tampil dengan kesederhanaan, Sawung Jabo masih menunjukkan kharisma-nya sebagai musisi yang karyanya banyak digemari jutaan penggemarnya. Perjalanan musik Sawung Jabo cukup panjang. Pengembaraan musikalnya  banyak menghiasi panggung musik Indonesia. Kebersamaannya dengan Iwan Fals, Setiawan Djodi, WS Rendra, Inisistri, dan Jockie S,  hingga melahirkan "Swami" dan "Kantata Takwa" menjadi perjalanan musiknya yang sulit dilupakan.

Karakter Sawung Jabo yang senang belajar dan mengeksplorasi musik-musik "jalanan" sepertinya akan terus mengembara hingga entah sampai kapan. Namun, yang pasti jutaan penggemar selalu menanti karya-karya yang selalu syarat dengan kritik-kritik sosial dan politik. Yang menjadi "misi" Sawung Jabo ingin membangunkan kaum tertindas dan menjadikan negeri ini menjadi lebih baik, meski hanya lewat syair. [lyz/foto: cinmi.com]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here