Pelantun sekaligus penulis lagu-lagu Islami, Opick, kembali merilis album islami pada Ramadan tahun ini. Tetapi, ada yang berbeda dengan album-album sebelumnya. Kali ini, untuk kali pertama, Opick berduet dengan putrinya sendiri, Ghania De Salma Firdaus, 11.

”Dia ini sudah lama sebenarnya minta ikut nyanyi. Tapi, saya bilang nggak mau kalau playback atau pura-pura nyanyi. Saya bilang, kamu harus latihan dulu, harus bisa nulis lagu dulu, baru boleh ikut rekaman,” ujar Opick.

Penyanyi kelahiran Jember itu mengatakan, dirinya memang tidak ingin anaknya hanya ikut-ikutan tanpa memiliki kemampuan. Karena itu, dia menyuruh putri sulungnya les vokal untuk meningkatkan skill menyanyi yang sudah diwarisinya dari sang ayah.

Opick sengaja tidak mau melatih anaknya sendiri karena dia terkenal sebagai guru vokal yang keras. Dia selalu serius saat mengajari orang menyanyi. Opick tidak ingin anaknya ketakutan melihat sisi lain ayahnya yang biasanya suka bercanda.

”Biar sama orang lain kalau latihan nyanyi. Kalau sama ayah nanti kamu nangis, ngambek,” tutur Opick sambil menatap putrinya itu.

Sosok demokratis adalah predikat yang tepat untuk diberikan kepada ayah empat anak tersebut. Meski dikenal sebagai orang yang sangat mematuhi agama, dia tidak melarang anak-anaknya untuk bermain dengan gadget ataupun menjadi penyanyi asal diimbangi dari sisi agama yang meningkat. Hanya, Opick mensyaratkan kepada Ghania, jika ingin menjadi penyanyi, dia harus bisa menghafal Alquran.

Opick juga membebaskan anak-anaknya untuk berkreasi. Ghania bilang sampai saat ini sudah menulis sekitar lima lagu, tentunya dengan bantuan sang ayah. Salah satunya adalah lagu berjudul Sahabat Sejati yang dijadikan nama album sekaligus lagu duet Opick bersama putrinya itu.

”Ayah itu sahabat sejati saya. Biasanya bermain, bercanda. Tapi, nggak pernah bantu bikin PR,” ungkap Ghania.

Tahun ini adalah tahun ke-11 pelantun lagu Istigfar itu merilis album menjelang bulan puasa. Dia menyatakan sengaja karena menguntungkan dari segi bisnis maupun segi religi.

Pangsa pasar musik religi yang tidak sebanyak musik lainnya membuat dia sulit untuk promosi, terutama di TV, jika tidak ada acara agama. Merilis album menjelang Ramadan membuat masa promosinya bisa berlangsung sampai Idul Adha September mendatang.

Dari segi agama, orang akan lebih mudah menerima nasihat yang disampaikan Opick melalui lirik-lirik lagunya saat Ramadan seperti ini.

Menurut Opick, lagu itu hanya sampul dari sebuah nasihat dan pesan yang ingin disampaikan pencipta lagu kepada pendengarnya. Seperti dia yang menciptakan lagu sebenarnya sama dengan menasihati dirinya sendiri.

Dia ingin membungkus isi pikirannya dalam warna lagu yang lebih gampang diterima masyarakat, bisa untuk senang-senang, tapi tetap memiliki isi bermutu.

”Saya menulis lagu itu enam bulan. Promo sampai Idul Adha. Setelah itu, masuk ke studio lagi, rekaman lagi. Setelah selesai jalan lagi, keliling,” ungkapnya.

Dia berharap, ke depan musik religi bisa memiliki tempat di Indonesia seperti genre musik lain.

Opick mengatakan, dirinya sering mendapat masukan agar hanya mengeluarkan single dalam setahun, bukan album.

Apalagi penjualan fisik album saat ini bisa dibilang tidak laku lagi. Orang lebih memilih media digital yang memudahkan mereka menyimpan dan membeli lagu yang disukai.

Tetapi, Opick berpikir lain. Menurut dia, seorang musisi itu harus tetap memiliki karya meskipun, misalnya, hanya dinikmati ibunya sendiri.

”Kalau hanya single-single, kapan kita bisa berkembang. Kan ide mengendap lama di kepala,” tegasnya. [liputan6/c2/foto:istimewa]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here