Grup musik SLANK tampaknya tidak akan pernah berhenti melawan korupsi. Dalam penilaiannya, suatu negara bisa hancur gara-gara perilaku korupsi. Komentar ini dikatakan pentolan SLANK, Bimbim, saat  acara peluncuran album The Big Hip, hasil kolaborasi SLANK dengan kelompok musik Jepang, di Jakarta, akhir pekan lalu, (27/06).

"Sampai sekarang kita masih miskin  gara-gara negara dikelola dengan salah, ditambah perilaku korupsi yang sudah kebangetan," ujar Bimbim, drumer SLANK.

Dikatakan, dulu negara kita adalah negara yang kaya. "Kekayaan Indonesia benar-benar luar biasa. Jika itu dikelola dengan baik dan benar, Indonesia tidak terpuruk seperti sekarang ini," tandas Bimbim
 
Di album SLANK terbaru itu, Bimbim  menyisipkan  lagu "Seperti Para Koruptor" dan lagu kritik lainnya, yang sudah diedarkan di Jepang pada Mei lalu.

"Karena perilaku korupsi terjadi disetiap negara, makanya kita menyanyikannya dalam tiga bahasa, Indonesia, Jepang dan Inggris" katanya.

Ditambahkan, sampai kapanpun SLANK tetap memegang komitmen untuk melakukan kritik sosial dan kemanusiaan, termasuk soal korupsi. "Kalau anda perhatikan album-album lama SLANK, juga banyak yang berisi kritik tentang korupsi. Jadi itu sudah kita lakukan sejak dulu," katanya.

Seperti diketahui, SLANK sempat mendapat kecaman dari anggota DPR yang "merah kuping"-nya gara-gara syair SLANK yang kritis. Lagu berjudul "Gosip Jalanan" dinilai sejumlah pihak di Senayan sebagai pencemaran nama baik anggota DPR. Dalam waktu yang bersamaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Amin Nasution yang tertangkap tangan melakukan korupsi. [lyz/itunes]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here