Kesetiakawanan menjadi pedoman yang dipegang teguh oleh kelompok musik pop asal Bandung, ST12, ini dibuktikannya tadi malam, di Jakarta. Lewat acara launching album terbaru mereka bertajuk "PUSPA", ST12 mencurahkan perasaannya kepada penonton tentang mendiang kawannya yang telah meninggal dunia, Iman Rush.

ST12 adalah grup band yang memiliki formasi awal dengan empat personel; Charly (vokal), Pepep (dram) dan Pepeng (gitar),dan Iman Rush (gitaris). Setelah ditinggal Iman Rush, ST12 tetap eksis berkarya dengan dukungan beberapa personal tambahan (additional player).

Dalam album teranyarnya, ST12 mengandalkan tembang "PUSPA" dan "Saat Terakhir" untuk meraih hits diblantika musik Indonesia. Diakui Charly, lagu "Saat Terakhir" merupakan persembahan ST12 untuk kawan mereka yang telah meninggal, Iman Rush.

Dalam konser sekaligus launching semalam, tak bisa dipungkiri, personel ST12 larut dalam kesedihan. Pemicunya adalah lagu "Saat Terakhir" yang membuat sang Vokalis meneteskan air mata.

Sebenarnya lagu "Puspa" bukan lagu dengan intonasi lambat dan mendayu-dayu, seperti kebanyakan lagu sedih. Lagu Puspa yang dibawakan sempurna oleh ST12 memiliki irama riang ala chacha. Liriknya pun jenaka.   Simak saja syairnya; "Jangan jangan kau menolak cintaku, jangan-jangan kau tak trima cintaku. Putuskanlah saja pacarmu, lalu bilang I Love You padaku," begitu penggalan lirik bagian reffrain lagu itu.

Bagi seluruh personel ST12, Iman Rush adalah sosok yang baik dan setia kawan. "Iman adalah pedoman hidup dan inspirator kami," ujar Pepep.  
 
Sebagai informasi, nama ST12  diambil dari nama jalan dimana mereka berkumpul, yakni Jalan Stasiun Timur Nomor 12, Bandung. Mengawali karir sebagai band indie, mereka sempat melahirkan hits "Aku Sayang Padamu". Namun, dialbum kedua ini mereka direkrut label Trinity Production.[ant/itunes]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here