Perusahaan rekaman Nagaswara dan Harpa Records melaporkan Ainur Rokhimah alias Inul Daratista atas dugaan pelanggaran hak cipta yang dilakukan dalam bisnis karaoke miliknya, Inul Vizta.

"Ada dugaan  kuat pelanggaran mechanical rights, mengubah bentuk (lagu) dan diperbanyak. Ada beberapa lagu yang diproduksi Nagaswara dan Harpa Records, (digunakan Inul Vizta) tanpa izin dan lisensi," ujar DR (cand) Eddy R. Harwanto, SH., M.H., selaku kuasa hukum Nagaswara dan Harpa Recodrs, dalam jumpa pers yang digelar di kantor Nagaswara di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2014).

Undang-Undang (UU) yang digunakan untuk menjerat tindak pelanggaran karaoke milik  Inul Daratista adalah UU Hak Cipta pasal 2 ayat 1, pasal 72, pasal 49 ayat 1 dan 2 UU No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta.

Menurut Eddy, pihaknya akan  akan mengajukan tuntutan ganti rugi. "Tuntutan Rp250 miliar," ujar Eddy. [pr/c2/foto:istimewa]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here