Seperti tidak mau kehilangan momen, sejumlah artis merilis album religi di bulan Ramadhan, satu diantaranya penyanyi pendatang baru, AFGAN. Kemarin, Kamis (20/08) di Jakarta, penyanyi yang sempat kuliah di Universitas Indonesia ini merilis album "PadaMu ku Bersujud".

Lagu Andalan yang ditulis Bebi Romeo berbincang tentang ketuhanan simak saja liriknya;Ku menatap dalam gelap, tiada yang bisa kulihat selain hanya nama-Mu, ya Allah/Esok ataukah nanti, ampuni semua salahku/lindungi aku dari segala fitnah

Awal karirnya, Afgan memang bukan penyanyi religi dan Bebi Romeo bukan spesialis mencipta lagu rohani, namun dialbum "PadaMu ku Bersujud" ini kolaborasi keduanya tampak pas. Seperti dilansir dalam rilisnya, Afgan begitu menyelami makna syairnya, berikut  penghayatannya."Lagu ini adalah refleksi atas fitrah hidup Afgan sebagai manusia yang senantiasa tak hentinya untuk diuji segala cobaan oleh Allah SWT," demikian tulisnya.

Seperti diketahui, setelah beberapa bulan lalu melepaskan single keduanya, Sadis, Wanna B Production berani terjun bersama band dan musisi lain yang berbondong-bondong merilis album rohani. "Lagu Padamu Kubersujud ini sengaja dipersembahkan sebagai momentum menyambut bulan suci Ramadhan 1429 H," ujar Fajar mewakili manajemen Wanna B, label Afgan bernaung.

Dikatakan, peluncuran album religi Afgan dari sisi bisnis  merupakan  pelajaran dan memenuhi rasa ingin memberikan sentuhan lain pada musisi binaan Wanna B. Diakui,  sulit dimungkiri, bahwa kehadiran bulan Ramadhan senantiasa disambut gegap gempita oleh khalayak umat Islam seluruh dunia. Dan di Indonesia sendiri, yang notabene memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, tentu merupakan pasar yang bagus untuk lagu-lagu rohani.

 “Semoga bisa menjadi oase yang sejuk dan obat spiritual yang mujarab baik bagi pendengar dan penyanyinya,” tandas Fajar.

Pelajaran lain yang bisa diambil dalam setiap peluncuran album religi adalah bagaimana tetap mempertahankan kualitas dalam bermusik. Jangan sampai muncul anggapan, momen Ramadan merupakan kesempatan atau aji mumpung dalam mengejar setoran, namun meninggalkan kualitas. [it]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here