Pembajakan di Indonesia seperti tidak ada habisnya. Para musisi teriak-teriak untuk hapuskan pembajakan, namun dilapangan,  pemerintah sepertinya kurang bergairah menggarap kerja ini. Hasilnya, hingga saat ini Indonesia masih tergolong sebagai negara pembajak terbesar di dunia. Menanggapi permasalahan ini, penyanyi Ari Lasso mengaku pesimistis terhadap upaya pihak berwajib memberantas praktik pembajakan kaset maupun compact disc (cd) musik di Indonesia.

"Saya rasa karena pihak yang berwajib tidak benar-benar serius menangani hal tersebut," kata Ari Lasso di Yogyakarta, Selasa seperti dilansir Antara.

Menurut Ari, praktik perdagangan cd musik bajakan di Indonesia bukan lagi hal yang ditakutkan pelakunya dan mereka secara terang-terangan menjajakannya di tempat-tempat ramai seperti mall dan pinggir jalan.

"Hal itu sangat membuat kesal dan merugikan para seniman, khususnya seniman Indonesia, kalau di luar negeri sepertinya tidak separah di sini," kata dia.

Kesan tidak serius aparat keamanan dalam memberantas pembajakan, kata Ari, mungkin karena banyaknya "pekerjaan rumah" yang harus diselesaikan seperti pemberantasan narkoba dan korupsi.

"Kita berfikir positif saja, karena mungkin masalah-masalah tersebut lebih `urgent` dan lebih menyusahkan orang banyak," Ari menambahkan. [an/it/foto:istimewa]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here