Dulu, ketika mendengar musik dangdut, kesan pertama yang muncul adalah musik kampungan dan murahan, dan sepertinya kini sudah tidak lagi. Terbukti, sejumlah artis dangdut Indonesia sudah melanglang buana ke penjuru dunia, bahkan kini muncul juga perkumpulan penggemar musik dangdut yang beranggotakan orang-orang asing. Nah, kabar terakhir dari informasi musik dangdut adalah konser kelompok musik dangdut etnik "Dangdut Swara Indonesia" (Dawai) dari Bandung, Jawa Barat. Konser mereka  mendapat sambutan hangat warga Singapura yang menyaksikannya di kawasan Sentosa Island, Singapura, Minggu sore.

Para personil "Dawai" datang bersama pemimpin sekaligus penyanyi tunggal kelompok ini, Immelfi dan konser mereka dipandu presenter Sophie Navita, serta tarian kreasi etnik modern kelompok Tjagatratu Dancer.

Kegiatan ini sebelumnya berlangsung di Johor Baru (27/8) yang digagas oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dalam rangka promosi wisata serta seni budaya asli Indonesia.

Penampilan Dawai tepatnya berlangsung di sebuah ruang terbuka yang terletak di sebuah bukit bernama "Imbiah Island", yakni merupakan bagian dari kawasan resor luas "Sentosa Island".

Ruang terbuka berbentuk lingkaran menjadi tempat yang nyaman bagi penonton Singapura untuk duduk lesehan, berjoget, dan bertepuk tangan bergembira bersama Immelfi.
 
Dalam konser tersebut Dawai membawakan sejumlah lagu diantaranya "Dangdutkan Aku", "Terlena", "Kucing Garong", "Kopi Dangdut", dan lagu pop yang dibawakan dengan irama dangdut "Ketahuan". Suara Kendang Jawa, Suling Pencak, Suling Sunda, dan sejumlah alat musik perkusi dari bambu meramaikan alunan musik dangdut yang dibawakan Dawai.

Masyarakat Singapura dan wisatawan mancanegara yang kebetulan sedang berkunjung ke Sentosa Island tampak menikmati musik dangdut yang dipadukan dengan musik Sunda, Melayu, dan Minang.

Para wisatawan mancanegara tersebut diantaranya dari India, Vietnam, China, Jepang, Inggris, dan Swedia.

Mereka datang bersama keluarga kecil, ada juga yang datang bersama rombongan tur yang besar, dan sebagian datang berdua dengan pasangan.

Seorang penonton, Andreas dari Singapura mengaku belum pernah ke Indonesia dan baru mengetahui bahwa musik Indonesia sangat unik. Selama pertunjukan berlangsung ia tak hentinya bertepuk tangan dan berjoget.

"Suatu saat nanti saya ingin ke Indonesia ya, karena sangat dekat sekali dua negara ini. Apalagi sudah ada penerbangan langsung Singapura-Indonesia," katanya dengan semangat.

Sementara itu , dalam konferensi pers sebelum acara, Pelaksana Teknis (Plt) Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata , Novendi Makalam mengemukakan konser Dawai di Singapura dan Johor Baru merupakan program untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata negara tetangga ke Indonesia.

"Di Asia Tenggara, warga Singapura dan Malaysia adalah pengunjung terbesar dalam pariwisata ke Indonesia pada 2007. Tahun ini dalam rangka Visit Indonesia 2008, kami ingin mengundang warga setempat untuk berjunjung ke Indonesia," katanya.

Noviendi merinci jumlah kunjungan wisatawan dari Singapura sebanyak 1,5 juta jiwa pada tahun 2007 dan 900 ribu orang dari Malaysia.

Tahun ini , Depbudpar menargetkan jumlah kunjungan akan terus bertambah, terutama untuk mendorong tercapainya target kunjungan wisata ke Indonesia 2008 sebesar tujuh juta jiwa.

"Kegiatan promosi wisata ke mancanegara membawa misi seni budaya ini akan terus kami lakukan dengan harapan seni budaya asli Indonesia dapat menjadi salah satu daya tarik masyarakat negara lain untuk berjunjung ke Indonesia," demikian Noviendi. [an/it/foto;istimewa]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here