Kelompok musik Ungu urung tampil di Depan Masjid Agung An-Nur Pekanbaru, Riau, Sabtu malam, karena pembatalan yang diputuskan beberapa saat sebelum konser dimulai.

Ketua MUI Pekanbaru, Ilyas Mukti, menyambut baik pembatalan konser bertajuk "Bulan Penuh Berkah" itu. Menurut Mukti, acara tersebut kurang pantas digelar di masjid agung berdasarkan pertimbangan lokasi dan waktu penyelenggaraan.

Mukti mengatakan, waktu penyelenggaraan pada Ramadhan adalah tidak mendidik khususnya untuk para penggemar Ungu.

"Ada kegiatan lain yang lebih bermanfaat untuk anak muda ketimbang konser seperti ini, misalnya tadarus," ujarnya.

Lokasi penyelenggaraan di muka masjid agung juga dinilai tidak tepat karena ternyata panitia tidak bisa menepati janji untuk memisahkan antara penonton laki-laki dan perempuan.

Ratusan penonton yang sudah berkumpul didominasi pasangan muda-mudi dan hal itu dinilai dapat menodai fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan dakwah syiar agama. "Saya sempat melihat ke lokasi sebelum berbuka puasa dan melihat ratusan muda-mudi berpasangan bercampur di sana. Citra agama Islam dan masjid sebagai tempat ibadah dipertaruhkan," katanya.

Sementara itu, pihak promotor acara, Anggia Novita, mengatakan kerugian akibat batalnya acara tersebut mencapai Rp3 miliar. "Ini karena kita sudah mendatangkan sekitar 100 kru untuk acara tersebut dan membawa peralatan," katanya.

Menurut dia, acara yang disponsori perusahaan produsen motor tersebut adalah murni berisi dakwah dan ajakan kepada generasi muda. Ungu pada konser tersebut akan membawakan musik bertema religi dengan format akustik, katanya.

"Ada kesalahpahaman yang tidak bisa disatukan, ada yang menilai konser ini bertentangan dengan norma Melayu yang ada di Pekanbaru," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua MUI Riau, Mahdini, menyatakan MUI menolak penampilan Ungu di halaman Mesjid An-nur karena akan menodai kesucian tempat ibadah kebanggaan ibukota Provinsi Riau itu.

Penolakan itu disampaikan MUI dalam rapat bersama Pemerintah Provinsi Riau. Dalam rapat itu Gubernur Riau Wan Abubakar meminta penyelenggara memindahkan lokasi kegiatan.

Lokasi pemindahan yang diusulkan Pemprov Riau adalah di Jalan Gajah Mada yang tidak jauh dari Mesjid Agung An-Nur. Namun, panitia masih bersikeras menggelar acara sebelum akhirnya dibatalkan setengah jam sebelum jadwal konser dimulai sekitar pukul 22:00 WIB. [an/it/foto:istimewa]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here