Di tengah suasana Lebaran, Jumat (3/10) malam, maestro keroncong asal Solo yang juga pencipta lagu Bengawan Solo, Gesang Martohartono, merayakan hari ulang tahunnya yang ke-91.

Ulang tahun Gesang sebenarnya jatuh pada tanggal 1 Oktober 2008 lalu, tetapi karena bertepatan dengan hari Lebaran, perayaan digelar setelah Lebaran sekaligus dengan silaturami keluarga.

Perayaan HUT ke-91 Gesang berlangsung sederhana di rumah makan Ria Rasa Resto. Acara ulang tahun dikemas dalam bentuk halal bi halal Keluarga Besar Martodiharjo-Martosuwiryo. Seperti tahun lalu, acara HUT Gesang dirayakan PT Gema Nada Pertiwi (GNP) dan keluarga besar Gesang. Tidak ada undangan istimewa dalam acara ini.

Pada acara ini, PT Gema Nada Pertiwi selaku penerima kuasa penuh dari Gesang untuk mengelola seluruh hak ekonomi atas karya ciptanya, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, mempersembahkan royalti kepada Gesang sebesar Rp 70.033.968.

Selain royalti, Presiden Komisaris PT GNP KRT Hendarmin Susilo juga menyerahkan album terbaru Karya Emas Gesang yang dinyanyikan langsung oleh Gesang.

Album ini terdiri dua seri dalam VCD dan DVD yang berisi 24 lagu. Lagu-lagu dalam album ini antara lain berjudul Bengawan Solo, Jembatan Merah, Sebelum Aku Mati, Pamitan, dan Caping Gunung.

Perayaan HUT ini disambut gembira oleh Gesang. Seperti dulu, Gesang tetap berharap musik keroncong tetap dicintai rakyat. Semoga keroncong tetap jaya, paparnya. [kompas]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here