Debut Blackout di blantika musik terbilang cukup sukses, padahal mereka mengusung musik rock yang kurang populer di Indonesia. Menurut catatan Falcon Interactive, label yang menaungi band yang beranggotakan Azizi (vokal), Ega (gitar), Iwan (bas), Sastro (keyboard), dan Rere (drum) itu, lagu "Goodbye" setiap hari diunduh oleh 25 sampai 30 ribu pengguna RBT.

H.B. Naveen, chief executive officer Falcon, mengatakan, musik Blackout yang sangat ngerock dan dibumbui nuansa blues akan mencuri perhatian di tengah maraknya lagu melayu dan pop. Terlebih, kata Naveen, Blackout tidak sekadar menjual lagu, tapi juga skill. Kemampuan dan pengalaman para personel band yang terbentuk pada 2007 itu memang tidak diragukan lagi. "Jadi, tidak heran, selain laku, tarif manggung Blackout bisa mencapai Rp 40 juta sampai Rp 50 juta," papar pria keturunan India tersebut.

Kalaupun akhirnya nanti tidak laris, Naveen mengatakan, setidaknya perusahaan dan musisinya sudah berusaha membuat gebrakan pada zamannya dan mengapresiasi seni. "Bisa kalian lihat musisi di label kami benar-benar musisi. Misalnya, Iwan Fals, Rhoma Irama, Ridho Rhoma, dan almarhum Mbah Surip," terang Naveen.

Yang terpenting, pikir Naveen, semua sudah diupayakan dengan maksimal. Termasuk, mengemas klip video yang menjadi salah satu sarana promosi paling ampuh. Maka, untuk klip video singel keduanya, "Letoy", Blackout merasa perlu all-out.

Klip video itu dibuat dengan biaya produksi Rp 450 juta. Modelnya para artis cantik yang mereka sebut para bidadari. Di antaranya, Carissa Puteri, Pevita Pearce, Arumi Bachsin, Tika Puteri, Julie Estelle, Revalina S. Temat, dan Asmirandah. (jawapos/bug/pic:inilah.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here