Event metal terbesar di Asia Tenggara kembali dilaksanakan. Kali ini kembali ke kota asal sesuai dengan nama hajatan metal ini, Bandung. Bandung Berisik 2012 diselenggarakan di Landasan Udara Sulaiman Bandung. Bila tahun sebelumnya hanya satu hari, penyelenggaraan kali ini memakan waktu dua hari, 18 dan 19 Mei 2012.

Tiga panggung besar dan megah, Apocalypse, Inferno dan Holoucaust, secara bergiliran menjadi tempat puluhan band menyemburkan nada-nada berdistorsi tinggi. Total jendral ada 61 band yang siap menggempur telinga ribuan metalheads yang datang. Mengangkat tema Maximum Aggression,  ini adalah sebuah pernyataan serangan terhadap keterbatasan, ketertutupan, pandangan-pandangan buta mengenai status quo, statisme berpikir, berucap, dan bertindak, serta beragam hasrat yang diam bising di satu titik tanpa mau melakukan apa-apa.

Hari pertama Bandung Berisik 2012 dibuka serempak sekitar jam dua siang oleh Children of Gaza di Apocalypse Stage dan Hibrani di Holocaust Stage. Kontan massa metalheads terpecah dan terbagi di dua panggung tersebut. Ini adalah sebuah konsep baru yang digelontorkan oleh promotor Atap Promotions.  Metalheads masih tampak malu-malu untuk menunaikan ibadah headbang maupun slam dance, begitu pun masih minimnya acungan devil horn ke udara.

Kondisi Landasan Udara Sulaiman di beberapa bagian basah dan menciptakan lumpur. Ini akibat kota Bandung yang disiram hujan di hari sebelumnya. Sepertinya hal tersebut turut membuat metalheads segan untuk mendekati panggung karena harus melewati lumpur.

Genangan air dan lumpur semakin bertambah ketika hujan pun turun kembali. Hujan mengiringi The S.I.G.I.T ketika membawakan lagu terakhir. Dengan alasan keamanan, konser dihentikan sementara. Ketika akhirnya dilanjutkan, ratusan metalheads tak lagi malu-malu untuk merapat ke barikade dan menari di atas genangan lumpur.

Semakin malam, semakin banyak yang datang. Sepertinya Burgerkill adalah salah satu yang paling ditunggu di hari pertama Bandung Berisik 2012.  Begundal berulang kali meneriakkan nama Burgerkill. Sampai akhirnya yang ditunggu kemudian menampakkan diri di Inferno Stage dan menyapa telinga mereka dengan gempuran distorsi, suasana langsung pecah. Suasana yang sama pun terulang kembali ketika Dead Squad, dan Rosemary menjajal panggung yang sama. Jasad menutup hari pertama Bandung Berisik 2012 dengan hantaman death metal kepada metalheads yang masih bertahan meski badan telah penuh lumpur ketika nyaris menyentuh tengah malam.

Hari kedua Bandung Berisik 2012 dimulai lebih awal sekitar pukul sepuluh pagi. Youthfull Aggession, Inwise, Eyefeelsix, Humilation, Asia Minor dan Saffar menjajal panggung lebih dahulu. Ketika matahari tepat berada di atas ubun-ubun, Disinfected pun menyerang di Inferno Stage.

Genangan air dan lumpur masih tersisa di hari yang terik.  Tapi sepertinya hasrat bersenang-senang masih lebih penting daripada sekedar datang hanya berdiri diam melihat aksi dari band-band yang tampil.  Pogo, circle pit, mau pun wall of death menjadi semakin menyenangkan ketika ditunaikan. Tak peduli meski pun sekujur badan dihiasi oleh lumuran lumpur.

Meski Otong sempat melupakan sepotong lirik, tetapi penampilan Koil tetap membius.  “Kami sengaja memainkan lagu liga champion, karena Bandung Berisik adalah event metal juara, dan kalian (penonton) juga juara,” pekik Adjie, vokalis Down For Life, kepada metalheads yang datang tidak hanya dari seputaran Bandung, namun juga dari beberapa daerah di Jawa bahkan Timor Leste.

Bandung Berisik menjadi tempat Beside menggelar konser terakhir dengan formasi anggota pada saat itu. Dengan alasan konflik intern, ini adalah sekaligus pamitan sebelum akhirnya beberapa personel memutuskan keluar. Sebuah momen mengharukan bagi penggemar Beside, mengingat kisah jatuh bangun para personel dalam membesarkan Beside.

Siapa bilang musik “barat” tidak bisa bersatu dengan alunan musik tradisional. Karinding Attack mematahkan mitos tersebut. Dengarlah bagaimana distorsi yang keras bisa digantikan oleh alat-alat musik tradisional. “Refuse/Resist” milik Sepultura berganti jubah ketika dibawakan oleh Karinding Attack.

Aksi bebodoran sempat menyeruak ketika barudak Mesin Tempur tampil. Empat personel yang tersamarkan identitas berkat topeng yang menutup wajah mereka. Sempat-sempatnya mereka membuat kehebohan. Bila kebanyakan band biasanya membagikan stiker, tidak dengan Mesin Tempur. Mereka malah membagikan celana dalam dan bungkusan plastik kecil minuman tradisional.

Ada makhluk ajaib ketika Kelelawar Malam tampil. Berbeda dengan Dajjal, vokalis berdandan menyerupai sosok predator dan bahkan sempat bersilaturahmi dengan penonton berkubang lumpur. Alone At Last menghiasi panggung dengan aksi enerjik. Forgotten menyemburkan amarah melalui teriakan Addie Gembel seakan telah melupakan sakit yang sempat menyerangnya beberapa waktu lalu.

Inferno Stage menjadi saksi berkumpulnya kembali PAS Band formasi awal. Richard Mutter bergabung dengan BengBeng, Yukie dan Trisno membawakan lagu-lagu di album pra-Sandhy. “Impresi” yang dicuplik dari album kedua, In (No) Sensation, resmi menutup Bandung Berisik 2012.

[Yose/IT/foto:Yose]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here