Beranda Artikel Panggung Pertunjukan Tulus Nan Sederhana

Pertunjukan Tulus Nan Sederhana

44

"Semoga setelah ini ga bikin yang lain mendadak hamil," canda Tulus yang disambut tawa penonton. Hal tersebut dilontarkan setelah mewujudkan keinginan seorang wanita hamil untuk bisa bernyanyi dengan Tulus di atas panggung. “Teman Hidup” pun dinyanyikan dengan tatapan dan ekspresi penuh bahagia terpancar di wajah Anggi, wanita hamil tersebut.

Jumat, 25 Mei 2012, Tulus tengah menghibur di acara bertajuk Beyond Sincere yang diadakan oleh Trust Group dan Evolution Production di Gedung Kesenian Jakarta. Tulus sangat pintar memilih lagu-lagu mana saja yang akan dibawakan. Diibaratkannya pemilihan lagu tersebut dengan suasana hati yang suka naik turun. Tampil santai, Tulus menyanyi dengan iringan string section dan full band. Hal ini membuat lagu-lagu yang dibawakan semakin kental aroma jazz dengan sedikit sentuhan swing dan bebop.

Entah direncanakan atau tidak, mendadak sebuah komposisi yang menghiasi Pink Panther Theme dimainkan oleh pemain band. Tulus hanya bisa salah tingkah dan tertawa merasa diusili. Kemudian meluncurlah lagu "Diorama" yang mengambil inspirasi dari perjalanan Tulus ke Candi Prambanan.

Teman Tulus (sebutan penggemar Tulus), terutama wanita, tak henti berteriak histeris. Apalagi ketika lagu favorit mereka dibawakan. "Jatuh Cinta", "Tuan Nona Kesepian", "Jatuh Cinta", "Sewindu", maupun "Teman Pesta" memancing mereka untuk memenuhi Theater Schouwburg Weltevreden dengan bersenandung. Tak hanya dari Jakarta, namun Teman Tulus dari Bandung pun turut hadir di acara yang hasil penjualan tiket akan disumbangkan untuk membantu Rumah Pintar Dadap yang berada dalam naungan Yayasan Tunggadewi dan Yayasan Pansophia Indonesia untuk membantu anak-anak yang membutuhkan pendidikan.

Tak hanya membawakan lagu dari album pribadinya, Tulus pun menyanyikan lagu milik orang lain yang dikagumi. Kekuatan lirik yang dirangkai oleh kata-kata indah menjadi pilihannya untuk membawakan "Sementara" milik Float. Pilihan lainnya adalah "Love Is A Losing Game" milik Amy Winehouse, lagu yang dinyanyikan legenda musik Indonesia, Chrisye, "Serasa", serta "Negeri Di Awan" yang dipopulerkan oleh Katon Bagaskara dan "At Last" Etta James yang dibalut indah oleh alunan saxophone.

"Juwita Malam" adalah sebuah pilihan tepat untuk mengakhiri pentas. Sebuah lagu klasik karya Ismail Marzuki seolah melebur dengan berbagai kisah dan sejarah yang pernah tertoreh di Gedung Kesenian Jakarta. Dengan hanya ditemani petikan gitar, Tulus pun menyanyikan lagu sekaligus tanda pamitan. …berilah nama, alamat serta, esok lusa boleh kita jumpa pula…

[Yose/IT/foto:Yose]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here