Selasa, 5 Juni 2012, malam, ribuan orang datang memenuhi Tennis Indoor Senayan Jakarta. Mereka hadir untuk bersama-sama menikmati setoples kegalauan. Adalah Christina Perri yang bertanggung jawab menyuguhkan kegalauan tersebut.

Dengan berdandan sederhana mengenakan gaun merah serta berbekal gitar dan musisi pengiring, Perri pun mulai membongkar toples kegalauan yang diambil dari album perdananya, Lovestrong, rilisan tahun 2011. Penonton pun mencicipi "Bang, Bang, Bang" yang dibubuhi oleh sedikit ramuan folk dalam aransemennya. Dilanjutkan oleh "Black + Blue". Setelah itu, Perri kemudian menanggalkan gitar, Sebuah lagu merupakan hasil kolaborasi dengan Jason Mraz, "Distance", pun disuguhkan. Perri pun mulai menghampiri penonton dan kemudian memberikan sekuntum mawar merah.

Di luar Tennis Indoor Senayan, hujan mengguyur. Kontan suasana ini semakin mendukung kegalauan konser yang diadakan oleh Asia Live Entertainment, Blackrock Entertainment, Star D Pro dan Marygops Studios ini. Perri pun semakin menjadi-jadi menghamburkan lagu-lagu berlirik "gelap", sehingga tak heran banyak kritikus musik yang menyebutnya sebagai  Colbie Caillat versi depresif. Sebuah lagu yang ditulis khusus untuk The Twilight Saga: Breaking Dawn — Part 1: Original Motion Picture Soundtrack kemudian dinyanyikan. Penonton pun semakin terhanyut mendengarkan lagu "A Thousand Years".

Penyanyi asal Philadelphia yang tubuhnya dihiasi oleh banyak rajah ini kerap kali menyapa penonton. Selain memainkan gitar, pemilik nama lengkap Christina Judith Perri ini pun mahir menarikan jari-jarinya di atas piano. Pagelaran berlangsung dengan dukungan tata suara mumpuni. Tata panggung dan tata lampu begitu sederhana. Namun dapat ditutupi oleh penampilan Perri yang memukau dengan suara khas yang dimilikinya.

Satu per satu isi toples kegalauan berangsur-angsur berkurang. Namun puncak kegalauan tak lain disebabkan oleh berkumandangnya "Jar Of Hearts". And who do you think you are?
runnin' 'round leaving scars, collecting your jar of hearts, and tearing love apart…
Lirik menceritakan tentang kepedihan dan sakit hati ini bagaikan menghunjam ribuan hati penonton yang sedang dan atau pernah tersakiti karena kisah kasih berujung menyedihkan. Entah karena merasa sudah menikmati hidangan utama, penonton satu per satu mulai beranjak meninggalkan Tennis Indoor Senayan. Konser belum sepenuhnya kelar, karena Perri masih menyanyikan "Tragedy" dan "Arms". You put your arms around me, and I believe that it's easier for you to let me go, you put your arms around me and I'm home… dan setoples penuh kegalauan pun habis tak tersisa.

[Yose/IT/foto:Yose] 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here