Perhelatan Djakarta Artmosphere 2011 adalah tempat lahirnya sebuah panggung pertunjukan bernama JOYLAND. Menjadi sebuah tempat terbuka sebagai "hidangan pembuka" sebelum menikmati suguhan utama berupa kolaborasi musisi beda generasi pada malam harinya.

Berselang berbulan-bulan kemudian, pihak G Production mengembangkan JOYLAND menjadi sebuah festival musik taman yang diselenggarakan selama dua hari berturut-turut. Sabtu dan Minggu, 16 – 17 Juni 2012, JOYLAND diselenggarakan di Taman Stadion Renang Senayan yang dihiasi dengan rindangnya pohon dan lampu menyerupai lampion. Dua panggung sederhana, Pohon dan Sulur-Sulur, pun disiapkan.

The Experience Brothers membuka hari pertama. Dengan nada blues rock kental, duo bersaudara ini menyapa penonton yang menyemut di depan Pohon Stage. Hanya bermodal gitar dan drum, musik penuh semangat seperti "Killers Eye Contact" dan "Heart Painted Black" membuat penonton terpancing untuk ikut bersenandung.

Senja yang menyapa semakin syahdu ketika di Sulur-Sulur Stage Dialog Dini Hari hadir. Tampil dengan format akustik, "Blowin' In The Wind" milik Bob Dylan menjadi salam pembuka. Dilanjutkan oleh lagu baru "Pelangi". Setelah mengakhiri dengan "Pagi" dan "Oksigen", penonton kembali ke Pohon Stage untuk menikmati penampilan Swimming Elephants dengan kekuatan tiga vokalis membawakan “She Ocean”, “Night Park” dan “Sarah”.

Menjelang matahari silam di ufuk barat, dentingan piano menghiasi Taman Stadion Renang Senayan. Dengan sesekali melontarkan kalimat-kalimat penuh sarkas dan sindiran, Luky Annash pun menyisipkan lirik provokatif dalam lagunya. Meski musik yang disajikan minimalis dengan mengandalkan keyboard, namun sangat padat. "Street Spirit" milik Radiohead menjadi penutup penampilannya.

Suguhan post-rock mengawali malam di Pohon Stage. L alphalpha mengajak penonton untuk menuju awang-awang. Sebelum kemudian dilanjutkan di panggung yang sama oleh Polyester Embassy dengan lagu-lagu seperti "Fake Faker", "Later On",  maupun "Good Feeling". Setelahnya penonton kembali menuju Sulur-Sulur Stage. Ada Harlan yang tampil dengan gitar akustiknya membawakan lagu-lagu dengan lirik diangkat dari kehidupan sekitar. Bahkan seorang David Tarigan pun mendapat kehormatan dalam lagu yang berjudul sama dengan namanya.

Suasana kembali berisik ketika BRNDLS alias The Brandals menghajar kuping penonton dengan irama rock & roll menghentak. Dengan menyuguhkan lagu yang kebanyakan dicuplik dari album DGNR8. Eka Annash sesekali menyampaikan banyolan "dewasa" dan sarkas. Tak lupa bergoyang dan melompat di atas panggung. "Perak" didaulat menjadi ujung keriuhan BRNDLS. Akhirnya kembali "didamaikan" oleh Bangku Taman. Irama folk rock yang sesekali ditingkahi oleh permainan harmonika Acum. Penonton pun terbuai dengan lagu seperti "Solomon Song",  "Batas Lelah", mau pun "Jalan Pulang". Koor massal bersenandung bersama di lagu terakhir "Ode Buat Kota".

Pure Saturday pun menjadi penutup hari pertama JOYLAND di Pohon Stage. Pure People disajikan lagu-lagu yang kebanyakan dicuplik dari album terbaru, Grey. Tidak banyak penonton yang bersenandung ketika "Horsemen", "Lighthouse", dan "Musim Berakhir" dibawakan. Hal yang lumrah karena belum semua penonton yang hadir malam itu akrab dengan lagu-lagu tersebut. Beda ketika "Labirin" dan "Elora" dibawakan, tak terbendung banyaknya penonton yang bersorak dan kemudian larut ikut bernyanyi.

Hari kedua JOYLAND dibuka oleh Backwood Sun di Pohon Stage. Setelah itu, penonton lintas usia dihibur cerita dongeng yang disuguhkan oleh Bapak Drs. Suyadi atau lebih dikenal sebagai tokoh galak berkumis tebal mengenakan beskap dan blangkon, Pak Raden. Penonton terbahak-bahak mendengarkan cerita yang disampaikan oleh Pak Raden sambil menggambar sebagai ilustrasi melengkapi dongeng.

Hentakan rock & roll menyembur dari permainan yang disuguhkan oleh kuartet gondrong kribo bersaudara alias GRIBS. Rezanov berdandan ala glamrock dengan tak lupa bibir yang terpoles merah. Atas nama rock kami melawan…Atas nama rock kami tak takut…Atas nama rock kami berontak…Atas nama rock kami bersatu… teriak Rezanov dengan vokal yang liar, melengking dan mempesona.

Kontan suasana berubah kembali ketika Tristan hadir di Sulur-Sulur Stage. Menjelang sore, penonton menikmati suguhan musik folk sambil duduk santai di rumput atau karpet yang telah disediakan. Bahkan ada pula penonton yang membawa anjing. Sungguh santai sekali suasana JOYLAND.

Mendadak makhluk-makhluk ajaib dari antah berantah memenuhi Pohon Stage. Zeke Khaseli bersama pasukannya itu turun ke bumi untuk menghibur dengan lagu-lagu berlirik absurd. Lagu-lagu yang dibawakan antara lain "Fell In Love With Wrong Planet" dan ""Don't Worry Darling". Makhluk ajaib itu pun kemudian silam ketika senja berganti malam.

Dialog Dini Hari kembali hadir di hari kedua JOYLAND. Kali ini mereka mencicipi Pohon Stage. Materi yang dibawakan tidak jauh beda dengan hari pertama. Namun ditambah dengan "Rumahku", "Pohon Tua Bersandar" dan tentu saja versi lengkap "Pagi" serta "Oksigen" yang menjadi akhir pentas dengan disisipi oleh improvisasi personel Dialog Dini Hari.

Setelahnya, Anda Perdana menggebrak Sulur-Sulur Stage bersama dua rekannya. Anda tampil santai mengenakan sarung sambil memainkan gitarnya. Penonton dibuai oleh renyahnya vokal Anda ketika menyanyikan "Dalam Suatu Masa" dan "Biru". Belum lagi ketika Anda menantang pemain perkusi dan bass untuk bebas berimprovisasi. Benar-benar pecah.

Penonton kembali menyambangi Pohon Stage untuk "berwisata" bersama White Shoes and The Couples Company. Ratusan Tuan dan Nyonya dibuai oleh suara Nona Sari. Meriah suasana ketika Sari mengundang Narpati Awangga alias Oom Leo untuk turut serta menyanyikan lagu "Vakansi" dan "Kisah Dari Selatan". Sebuah lagu milik Fariz RM, "Selangkah Ke Seberang" pun dibawakan kembali malam itu.

Karakter vokal manja dan kekanakan Elda berpadu dengan petikan gitar Adi di panggung Sulur-Sulur Stage. Penonton terhanyut ketika duo yang tergabung dalam Stars and Rabbit membawakan "You Are The Universe", "Catch Me", serta "Worth It". Tingkah Elda yang kekanakan dan suka salah tingkah sendiri menjadi hiburan bagi penonton.

Akhirnya, Efek Rumah Kaca hadir di Pohon Stage. Ada yang berbeda dengan penampilan mereka kali ini. Pemain bass, Adrian, kembali tidak dapat turut serta karena tengah sakit. Cholil dan Akbar ditemani oleh pemain terompet, gitar, bass dan keyboard. Musik ERK dihadirkan dengan aransemen berbeda. "Sebenarnya ga semuanya beda, masih ada yang sama kok," ungkap Cholil jujur. Mengalunlah "Di Udara", "Balerina", "Hujan" serta "Menjadi Indonesia". Sebuah lagu akan dihadirkan di album ketiga yang belum juga rilis turut dibawakan. "Jingga" diperkenalkan di JOYLAND.

Nikmatilah saja kegundahan ini…Segala denyutnya yang merobek sepi…Kelesuan ini jangan lekas pergi…Aku menyelami sampai lelah hati… Nyanyian lirih Cholil di lagu "Melankolia" mengakhiri pentas Efek Rumah Kaca sekaligus menutup JOYLAND.

[Yose/IT/foto:Yose]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here