Penyanyi belia Gita Gutawa menjadi pembuka dalam konser Marhaban Ya Ramadhan, The Spirit of Ramadhan. Gadis kelahiran 11 Agustus 1993 itu memang paling muda di antara artis pendukung lain dalam konser yang diproduseri oleh ayah kandungnya, Erwin Gutawa, dan Jay Subyakto di Plennary Hall Jakarta Convention Center (JCC) Selasa malam (9/9).

Gita yang tampil dengan balutan gaun muslimah nan anggun membawakan lagu Salam Ramadhan. Setelahnya, giliran Sulis, penyanyi berjilbab yang usianya tidak jauh lebih tua daripada Gita itu melantunkan Ya Thayyibah.

Dilanjutkan penampilan Opick yang menambah khas nuansa religi lewat lagu Semesta Bertasbih. Berikutnya, satu per satu para artis pendukung naik pentas seperti Ungu, Raihan, Taufik Ismail yang membaca puisi Ramadhan, Bimbo, lalu kembali menampilkan Opick dan Sulis. Semua yang tampil diiringi 60 pemain orkestra arahan Erwin Gutawa dan 50 paduan suara.

Grup band Gigi mungkin menjadi yang paling ditunggu-tunggu sekitar tiga ribu penonton yang hadir. Meski sangat pas sebagai "bom" atau penutup acara dengan aksinya, ternyata setelah itu, masih ada penampilan Gita, lalu Ungu yang duet dengan Bimbo.

Setelah acara, Erwin mengatakan, konsep konsernya adalah kolaborasi setiap musikus. Utamanya, kolaborasi lintas generasi. Sebab, di acara tersebut ada musisi dari tiga generasi berbeda. "Kami disatukan dengan musik. Kalau main musik (religi) itu, hati kita bersih," ujarnya.

Berbagai kolaborasi lintas generasi tersaji setelah para musikus tampil sendiri-sendiri. Kolaborasi itu, antara lain, lagu Ketika Kaki dan Tangan Bicara oleh Gita yang dipadu puisi dengan judul yang sama oleh Taufik Ismail. Gigi duet dengan Raihan, sedangkan Ungu dengan Bimbo.

Jaka, salah seorang personel Bimbo, menyatakan gembira bisa tampil pada konser religi besar seperti itu. "Mudah-mudahan bisa ditradisikan. Sebab, sekarang semakin banyak yang bawakan lagu Islami," harapnya. [jp/it/foto;istimewa]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here