Jakarta pada hari Kamis, 20 September 2012, baru saja selesai melaksanakan pemilihan kepala daerah. Pada malam harinya, ratusan orang berbondong-bondong menuju Istora Senayan Jakarta. Didominasi oleh usia remaja, mereka juga akan memilih. Tentu memilih untuk bersenang-senang dan berteriak sepuasnya.

Istora terlihat lengang karena tidak semua kelas, baik tribune 1 dan 2, serta Festival dan VIP terisi. Namun meski penonton hadir dalam kuantitas minimum, namun kualitas kehebohan dan teriakan sangat maksimal terasa.

Teriakan kencang mulai membahana di seantero Istora ketika seorang lelaki muda mengenakan kemeja orange dan jeans hitam hadir di atas panggung. setelah tampil tahun 2007 dan 2008 di Indonesia dengan empat rekannya di The Click Five, kini Kyle Patrick hadir sendiri. Hanya bermodalkan gitar dan kata-kata manis serta lagu-lagu yang akrab di telinga, sontak penonton bersorak kencang.

Tidak hanya membawakan lagu yang ada di album The Click Five seperti "Happy Birthday" dan "Jenny", namun lagu dari album solonya pun turut dikumandangkan. Sebuah lagu lawas tahun 1971 milik Bill Withers pun dibawakan. Lagu berjudul "Ain't No Sunshine"  tersebut ada di solo EP Kyle Patric. Pemilik nama Kyle Patrick Dickherber ini mengakhiri pentas dengan "Go For Gold".

Keriuhan dan tempik sorak semakin meningkat. Satu per satu Max George, Jay McGuiness, Siva Kaneswaran, Tom Parker,dan Nathan Sykes keluar dari sisi kiri panggung. Mereka adalah The Wanted hadir dengan band pendukung. Tampak histeria penonton semakin tak terbendung. The Wanted menyapa TWFanmily dengan lagu "Invisible".

Lagu "Lose My Mind" yang dibawakan berikutnya, seolah menggambarkan apa yang dialami oleh penonton. Seolah mereka kehilangan pikiran hingga histeris luar biasa. Tidak ada koreografi khusus mereka tampilkan. Namun lebih mengandalkan pada blocking panggung semata.

Kejutan diperlihatkan oleh personel boy band asal Inggris yang terbentuk tahun 2009 ini. Tiga lagu Coldplay seperti "Viva La Vida", "Paradise" dan "Fix You" dinyanyikan. Mereka pun menyanyi sambil memainkan alat musik gitar, keyboard, dan bass.

Di lagu-lagu berikutnya penonton tetap setia dengan teriakannya. Pula mengelu-elukan nama personel yang paling dipuja. Serta ikut sing along di lagu-lagu yang akrab di telinga mereka. Sungguh usia muda memang memiliki energi berlebih untuk berteriak histeris.

"Glad You Come" menjadi pamungkas konser yang diselenggarakan oleh Mahaka Entertainment. Penonton di barisan terdepan basah oleh keringat dan air. Air tersebut disiram oleh masing-masing personel The Wanted. Sepertinya penonton memang menunggu moment disiram tersebut. Tampak dari sikap penonton yang semakin merangsek ke depan ketika lagu tersebut dibawakan.

Usai sudah konser The Wanted. Penonton keluar dan kemudian berbondong-bondong berbaris. Mereka menagih janji Kyle Patrick yang akan mengadakan meet and greet setelah konser berakhir. Ya, Kyle menepati janjinya. Rasa girang dan histeria tentu saja semakin membuncah. Kyle pun menyatakan rasa puasnya melalui kicauan di twitter "That was ridiculously fun Indonesia thanks so much for that!!!"

[Yose/IT/foto:Yose] 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here