Pergelaran Ngayogjazz 2008 yang berlangsung di desa wisata Tembi, Bantul, hari Minggu (23/11) kemarin berlangsung meriah. Ribuan penonton datang dan menyaksikan konser jazz yang digagas seniman kontemporer asal Yogyakarta, Djaduk Ferianto bersama Kua Etnika, Wartajazz.com, dan pecinta jazz lain tersebut.

Konsep pertunjukannya cukup unik karena diadakan di lima panggung yang berbeda dan pelaksanaannya di tengah-tengah permukiman saat penduduk sedang melakukan kegiatan sehari-hari. Kelima panggung tersebut diberi nama unik, yaitu panggung Ting Clebung, Sak Munine, Klonengan, Nggandem, dan Pasar Jazz.

Kolaborasi permainan Djimbe Merdeka dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dengan Golek Lesung dari sanggar GMT Tembi menjadi pembuka dari rangkaian acara yang berlangsung hingga tengah malam. Setelah itu beberapa band seperti kelompok jazz Yovia dari Yogyakarta, Zefa dari Bandung, dan Alldient Community dari Yogyakarta bergantian menghibur penonton dengan lagu-lagunya.

Musisi-musisi yang sudah punya nama pun tak ketinggalan unjuk gigi. Ada Iga Mawarni yang berkolaborasi dengan Das Smoothy dari Yogyakarta, Maya Hasan dengan Koko Harsoe & Friend dari Bali, Trie Utami dengan grup musik Living Room serta Syaharani dengan grup The Queenfireworks nya.

Penggagas kegiatan ini, Djaduk Ferianto mengatakan kegiatan pentas para musisi jazz yang digelar di desa wisata ini bertujuan untuk membuktikan kalau musik jazz sebenarnya bukan musik elit yang hanya bisa dinikmati orang kelas elit. "Konon pada awalnya musik jazz di negara asalnya bukanlah musik kaum elit, namun justru jenis musik yang merakyat. Karenanya, kami ingin menunjukkan bahwa musik jazz juga bisa dinikmati oleh rakyat jelata," katanya.

Djaduk menambahkan, selama ini kesan elit yang melekat pada musik jazz justru menjadikan seseorang tidak bisa dengan maksimal mengapresiasi musik jazz. Padahal kenyataannya para musisi jazz tidak pernah berpikir musik yang dimainkannya menjadi elit yang hanya bisa diapresiasi golongan tertentu saja. "Untuk itu desa wisata Tembi menjadi pilihan kami menyelenggarakan kegiatan Ngayogjazz 2008 dengan harapan agar pentas musik ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan kelas yang ada di masyarakat," pungkasnya. (sindo/bug/pic maya hasan : wikipedia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here