Wali Band mengobati kerinduan ribuan warga negara Indonesia di Taiwan akan musik beraliran pop melayu dalam konsernya di Taoyuan Stadium, Ahad.

Grup musik asal Jakarta yang beranggotakan Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomi (drum), dan Ovie (keyboard) membawakan 14 lagu. 

Sejak pertama kali tampil, sekitar 17 ribu penonton dari berbagai penjuru Taiwan dibuatnya berjingkrak. Tidak hanya itu, mereka juga turut menyanyikan lagu-lagu Wali yang sangat populer di Tanah Air, seperti Dik, Emang Dasar, Cari Jodoh, Baik-Baik Sayang, Tobat Maksiat (Tomat), Aku Bukan Bang Toyib, dan Nenekku Pahlawanku.

Joy Simson selaku penyelenggara tidak menyangka bila penampilan grup musik yang "digawangi" alumnus pesantren dan lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu mampu menyedot perhatian WNI di Taiwan hingga mencapai angka 17 ribu orang itu.

"Padahal dua tahun yang lalu, kami juga mendatangkan Wali di tempat yang sama," kata Presiden Direktur Indosuara International Co Ltd itu. 

Ia menyebutkan bahwa pada 2012 di tempat yang sama, penampilan wali Band hanya ditonton sekitar 12 ribu pasang mata. 

"Kami sempat ragu untuk mendatangkan penonton yang jumlahnya bisa melampaui angka dua tahun lalu," ujar Joy mengenai konser tanpa tiket masuk itu.

Apoy sendiri juga heran dengan membeludaknya penonton dalam konser gratis berdurasi 120 menit yang berlangsung aman dan lancar itu. 

"Buat kami, ini adalah keajaiban," ujar pencipta lagu-lagu Wali saat ditemui sesuai makan malam di kantor Indosuara itu.

Ia tidak setuju jika membeludaknya penonton tersebut berkaitan dengan peluncuran album barunya bertajuk Ada Gajah di Bali Batu. 

"Album kami belum sampai di Taiwan. Rilisnya baru bulan depan. Mungkin saja, lagu-lagu kami menginspirasi para TKI," kata pria yang memiliki nama lengkap Aan Kurnia itu menambahkan. [rol/c2/foto:istimewa]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here